220 Siswa di Nagan Raya Masih Sekolah di Tenda Pascabanjir Sumatera
Sabtu, 4 April 2026 | 06:03 WIB
Suka Makmue, Beritasatu.com - Sebanyak 220 siswa tingkat SD dan SMP di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, hingga kini masih menjalani proses belajar di tenda darurat akibat dampak banjir.
Kepala Dinas Pendidikan Nagan Raya, Zulkifli, memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung meski dalam keterbatasan fasilitas. “Meski terdampak banjir, para siswa tetap bersekolah walau di bangunan darurat,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Dari total 220 siswa tersebut, sebanyak 97 siswa berasal dari SMP Negeri Beutong Ateuh, terdiri dari 54 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan. Sementara itu, 123 siswa lainnya berasal dari SD Negeri 1 Beutong Ateuh Banggalang, dengan rincian 55 siswa laki-laki dan 68 siswa perempuan.
Menurut Zulkifli, pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan menyediakan fasilitas sekolah darurat agar pendidikan tidak terhenti. Kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, pascabanjir yang terjadi pada Desember 2025.
Bupati menegaskan tidak boleh ada siswa yang kehilangan hak belajar hanya karena kerusakan fasilitas sekolah.
Untuk tingkat SMP, kegiatan belajar terpaksa dipindahkan sepenuhnya karena bangunan sekolah lama sudah hancur. Pemerintah daerah pun berkoordinasi dengan dinas perindustrian, perdagangan, koperasi, dan UKM (Disperindagkop) untuk memanfaatkan gedung yang tidak terpakai.
“Lokasi SMP dipindahkan karena bangunan lama tidak bisa digunakan lagi. Kami sudah mendapat izin menggunakan gedung Disperindagkop,” jelas Zulkifli.
Dari sisi tenaga pengajar, mayoritas guru merupakan warga asli setempat sehingga proses adaptasi di lingkungan sekolah darurat dapat berjalan dengan baik.
Tak hanya fokus pada pendidikan formal, para siswa juga mendapatkan pendampingan psikologis pasca-bencana melalui berbagai program trauma healing yang melibatkan mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). “Banyak pihak turut memberikan dukungan, sehingga kondisi anak-anak kini mulai pulih dan kembali ceria,” tambahnya.
Dinas pendidikan memastikan, meskipun dalam kondisi darurat, aktivitas belajar di Beutong Ateuh Banggalang tetap berjalan lancar dan kondusif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




