3.000 Nakes Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rumah
Kamis, 12 Maret 2026 | 22:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan bagi sekitar 3.000 tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Program bantuan tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri, dengan fokus utama membantu tenaga medis yang terdampak agar dapat segera kembali bekerja melayani masyarakat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hingga saat ini sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah memperoleh persetujuan pencairan dana perbaikan rumah dari pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Budi seusai kegiatan penyerahan donasi ambulans dan alat kesehatan di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
“Setelah fasilitas medis beres, perhatian utama kita adalah para pegawainya. Data kami menunjukkan lebih dari 3.000 nakes yang rumahnya rusak. Bagaimana mereka dokter, perawat, maupun bidan bisa bekerja optimal melayani masyarakat jika mereka sendiri masih harus memikirkan rumahnya yang rusak,” ujar Budi.
Budi berharap bantuan tersebut dapat segera tersalurkan, terutama menjelang Idulfitri. Pemerintah berupaya agar para tenaga kesehatan dapat merayakan Lebaran di rumah masing-masing setelah dilakukan perbaikan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, yang aktif mengoordinasikan program bantuan ini di berbagai forum, termasuk bersama DPR dan Kementerian Keuangan.
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menegaskan tenaga kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan.
Menurutnya, hal tersebut penting agar para nakes dapat kembali fokus menjalankan tugas pelayanan kesehatan tanpa terbebani persoalan pribadi. Skema bantuan perbaikan rumah yang digunakan mengacu pada ketentuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu rusak ringan sebesar Rp 15 juta, rusak sedang Rp 30 juta, dan rusak berat atau hilang mencapai Rp 60 juta atau pembangunan kembali melalui Kementerian Perumahan.
Selain bantuan perbaikan rumah, para tenaga kesehatan yang terdampak juga berhak menerima bantuan perorangan dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut meliputi uang lauk pauk Rp 15.000 per orang per hari selama 3 bulan, bantuan perabot rumah tangga senilai Rp 3 juta, serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp 5 juta.
“Data nakes terdampak harus segera diserahkan secara rinci per kabupaten kepada BNPB dan Kementerian Sosial agar eksekusi di lapangan dapat diprioritaskan,” tegas Tito.
Saat ini, Kementerian Sosial telah menyalurkan hampir Rp 900 miliar pada tahap pertama bantuan dan akan melanjutkan distribusi pada tahap berikutnya. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kementerian Kesehatan juga menerima donasi 31 unit ambulans dan alat kesehatan dari sejumlah perusahaan swasta.
Donasi tersebut berasal dari PT Astra International Tbk, PT Indomobil, serta Yayasan Melco Bhakti Nusa. Ambulans tersebut rencananya akan didistribusikan ke 11 kabupaten/kota terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyatakan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini merupakan contoh nyata kemitraan dalam penanganan krisis kesehatan.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah memperoleh persetujuan tambahan anggaran sebesar Rp 529 miliar untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan di daerah terdampak.
Melalui berbagai dukungan tersebut, pemerintah berharap para tenaga kesehatan di wilayah terdampak dapat segera pulih secara pribadi dan kembali memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




