Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum
Sabtu, 25 April 2026 | 08:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian menyatakan kehadiran hunian sementara (huntara) telah membawa harapan baru bagi para penyintas bencana di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Ia menilai kondisi para penyintas kini jauh lebih baik dibandingkan dua bulan lalu, saat mereka masih tinggal di tenda darurat. Menurut Tito, huntara yang dibangun tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak, tetapi juga dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti sanitasi, area bermain anak, fasilitas olahraga, aula, hingga masjid.
"Ini luar biasa. Saya jarang melihat hunian sementara yang sebaik ini. Sangat rapi, dan wajah masyarakat sekarang sangat berbeda. Pada 2 bulan lalu mereka menangis, sekarang mereka sudah bisa tersenyum dan tertawa," ujar Tito, Jumat (24/4/2026).
Selain menyediakan hunian yang nyaman, pemerintah juga menyiapkan berbagai bantuan untuk mendukung kehidupan para penyintas selama menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
Bantuan tersebut meliputi jaminan hidup sebesar Rp 15.000 per orang per hari selama 3 bulan, bantuan isi hunian senilai Rp 3 juta, serta bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp 5 juta per keluarga.
Tito juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah segera merampungkan pendataan penerima huntap. Pendataan ini penting untuk menentukan skema pembangunan, baik melalui model in-situ di lokasi semula maupun hunian komunal dalam satu kawasan.
Salah satu penyintas, Kartini, mengaku kehidupannya kini jauh lebih baik setelah menempati huntara bersama kedua anaknya. Kartini kehilangan suaminya yang hanyut saat bencana hidrometeorologi melanda Bener Meriah pada akhir November 2025.
Saat itu, ia sempat menyampaikan kegelisahannya langsung kepada Tito ketika masih tinggal di tenda darurat. Kini, ia merasa lega dan bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah. "Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih. Huntara ini sangat membantu kami. Jauh lebih nyaman dibandingkan saat kami tinggal di tenda," ungkap Kartini.
Kartini juga mengaku terharu karena Tito masih mengingat dirinya dan kondisi kedua anaknya saat kembali berkunjung ke lokasi huntara. Meski merasa nyaman tinggal di huntara, Kartini berharap pembangunan huntap segera terealisasi agar ia dan anak-anaknya dapat menata kehidupan baru dengan lebih baik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




