Mualem Sebut Aceh Butuh Dana Rp 40 T untuk Pemulihan Pascabencana
Kamis, 23 April 2026 | 17:52 WIB
Banda Aceh, Beritasatu.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan upaya pemulihan Aceh pascabencana banjir dan longsor membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat, terutama pembangunan kembali infrastruktur jalan dan jembatan. Menurutnya, butuh anggaran Rp 40 triliun untuk pemulihan.
“Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh,” kata Mualem saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) 2027 di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (23/4/2026).
Dikutip dari Antara, Musrenbang dengan tema “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan" ini turut dihadiri pejabat dari pemerintah pusat, seperti unsur Kemendagri, Bappenas hingga DPR.
Mualem menyampaikan, Musrenbang RKPA 2027 merupakan forum untuk menyelaraskan rencana pembangunan Aceh dengan program nasional, agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.
Menurutnya, Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp 40 triliun untuk pemulihan. Tetapi, anggaran yang tersedia saat ini belum mampu mendukung pemulihan secara menyeluruh.
Mualem juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Untuk itu, ia berharap adanya bantuan lebih luas dari pemerintah pusat.
Saat ini, kata dia, bantuan pusat dinilai masih terbatas pada kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang dan pangan. Sementara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur seperti jembatan dan jalan belum tersentuh.
"Jadi harus kita sadari bahwa untuk memulihkan ini sesuai yang kita harapkan, bantuan dari pusat boleh dikatakan di Aceh hanya baru mencukupi untuk sembako, untuk makan, ini yang terjadi di lapangan," ujarnya.
"Untuk rehab rekon, jembatan, jalan, baru akan kita mulai. Pun dengan bantuan dari bapak-bapak TNI, polisi mereka bekerja tulus," sambung mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini.
Mualem juga mengungkapkan di sejumlah wilayah pedalaman Aceh masih terdapat masyarakat yang harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Karena itu, diharapkan tahun ini terjadi perubahan atau pemulihan yang signifikan.
"Jadi kita lihat, sampai sekarang di pedalaman-pedalaman masih menggunakan rakit, tali untuk berjalan masih melewati sungai. Jadi inilah terjadi. Mudah-mudahan tahun ini ada perubahan untuk kita semua," pungkas Mualem.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




