ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Doula Kematian Ungkap 6 Hal yang Dirasakan Tubuh Menjelang Ajal

Sabtu, 4 April 2026 | 07:29 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Profesi doula kematian, pendamping pasien sekarat.
Profesi doula kematian, pendamping pasien sekarat. (Science Care/Science Care)

Washington, Beritasatu.com -  Kematian sering kali dianggap sebagai momok yang menakutkan. Namun, bagi profesi death doula atau doula kematian di Amerika Serikat, fase ini adalah perjalanan psikologis unik yang bisa dihadapi dengan ketenangan jika dipahami sejak dini.

Doula kematian adalah pendamping profesional yang memberikan dukungan emosional, psikologis, dan praktis bagi orang yang sedang sekarat serta keluarganya. Jika bidan membantu proses kelahiran, doula kematian bertugas memastikan seseorang mengakhiri hidupnya dengan damai dan bermartabat.

Pakar perawatan paliatif dari Universitas Vermont, Diane Button, menyebutkan bahwa tubuh manusia sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk mengakhiri perjalanan hidup. Bagi banyak pasien sakit parah, kematian sering kali menjadi momen pembebasan dari penderitaan fisik.

ADVERTISEMENT

"Penyesalan terbesar seseorang di akhir hayat bukanlah soal harta, melainkan kata-kata yang tak sempat terucap kepada orang terkasih. Jika seseorang merasa puas dengan hidupnya, saat kematian akan jauh lebih damai," ungkap Diane Button.

Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah peningkatan energi atau kejernihan pikiran secara tiba-tiba beberapa hari sebelum meninggal. Pasien mungkin mendadak waspada atau meminta makanan, yang sering kali salah dianggap sebagai tanda kesembuhan oleh keluarga.

Jill Schock, pendiri Death Doula LA, menjelaskan bahwa momen ini adalah "kesempatan emas" bagi keluarga untuk menciptakan kenangan terakhir. Selain itu, ia mengingatkan agar keluarga tidak memaksakan makan jika pasien berhenti makan, karena tubuh mereka memang sudah tidak membutuhkan energi.

Hal penting lainnya yang perlu diketahui adalah bahwa pendengaran merupakan indra terakhir yang berhenti berfungsi. Bahkan saat pasien dalam keadaan tidak sadar atau napas tersengal sekitar 48 jam sebelum ajal, mereka sering kali masih bisa mendengar suara di sekitarnya.

"Sangat penting untuk terus berbicara kepada mereka, memberi tahu bahwa Anda ada di sana, dan membiarkan mereka pergi dengan tenang," tambah Button.

Ia menekankan bahwa membicarakan kematian sejak dini bukanlah hal buruk, melainkan cara agar hidup lebih bermakna.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT