ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ramadan Dongkrak Ekonomi Nasional?

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:05 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Warga melihat pakaian yang dijual di salah satu stan pada Ramadaan Al-Azhom Festival di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (21/2/2026). Festival yang berlangsung hingga 18 Maret 2026 dengan kegiatan pentas seni Islami, aneka perlombaan, bazar UMKM dan kuliner takjil tersebut guna meningkatkan daya tarik wisata religi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat selama bulan Ramadan.
Warga melihat pakaian yang dijual di salah satu stan pada Ramadaan Al-Azhom Festival di Masjid Raya Al-Azhom, Kota Tangerang, Banten, Sabtu (21/2/2026). Festival yang berlangsung hingga 18 Maret 2026 dengan kegiatan pentas seni Islami, aneka perlombaan, bazar UMKM dan kuliner takjil tersebut guna meningkatkan daya tarik wisata religi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat selama bulan Ramadan. (ANTARA FOTO/Putra M Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Ramadan dan Idulfitri menjadi momentum menggerakkan roda ekonomi nasional dengan ritme lebih cepat. Sejak awal puasa, pusat-pusat perdagangan dipenuhi warga yang memburu kebutuhan pokok hingga barang sekunder. Penarikan dana tunai melonjak, terutama untuk kebutuhan pangan, pakaian, hingga pembayaran zakat. Perputaran uang meningkat tajam. Konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pendorong pertumbuhan.

Denyut ekonomi paling terasa di pasar-pasar tradisional. Jumlah pembeli yang meningkat membuat harga sejumlah komoditas naik tajam karena permintaan melonjak. Uang berpindah dari konsumen ke pedagang, lalu ke pemasok dan distributor dalam siklus yang berlangsung cepat tanpa jeda. Semua ini menciptakan efek berantai sampai ke sektor pertanian.

Pusat perbelanjaan modern dan platform digital ikut menikmati limpahan transaksi. Diskon musiman dan promosi besar mendorong pembelian pakaian baru, parsel, serta perangkat elektronik. Perusahaan ritel menambah jam operasional dan tenaga kerja sementara.

ADVERTISEMENT

Bank dan lembaga pembiayaan menawarkan cicilan ringan untuk menarik transaksi. Pola ini mempercepat sirkulasi uang, memperluas aktivitas sektor jasa, dan menghidupkan industri kreatif serta manufaktur ringan yang memasok kebutuhan bulan suci.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengungkapkan ada tiga sektor penyokong ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri 2026. “Sektor pangan, transportasi, dan logistik,” katanya kepada Beritasatu.com, Minggu (22/2/2026).

Infografik ketersediaan pangan nasional menjelang Ramadan 2026. - (ANTARA/Dyah/Wasril)
Infografik ketersediaan pangan nasional menjelang Ramadan 2026. - (ANTARA/Dyah/Wasril)

Menurutnya, Ramadan dan Idulfitri merupakan peluang memacu pertumbuhan ekonomi karena ritme konsumsi dan aktivitas masyarakat cenderung meningkat dibanding hari biasa. Sektor pangan, transportasi, dan logistik berperan langsung dalam aktivitas ekonomi selama periode ini.

Sektor pangan dan transportasi menyokong pertumbuhan ekonomi karena permintaannya meningkat untuk kebutuhan konsumsi serta aktivitas mudik. Sedangkan sektor logistik berperan dalam menghubungkan pasar dan permintaan. Ketika kebutuhan pasar meningkat, permintaan distribusi barang turut naik.

Esther mengatakan pemerintah perlu memberi stimulus yang tepat untuk ketiga sektor tersebut agar momentum Ramadan benar-benar berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Sektor-sektor tersebut layak mendapatkan stimulus agar daya ungkitnya terhadap perekonomian nasional semakin besar," ujarnya.

Esther menawarkan beberapa stimulus ekonomi yang dapat dipertimbangkan oleh pemerintah untuk dikucurkan kepada pelaku ketiga sektor tersebut. Misalnya, subsidi harga pangan untuk menahan lonjakan harga, diskon transportasi untuk menambah mobilitas tanpa beban biaya berlebih, operasi pasar, dan dukungan logistik untuk memastikan pasokan tidak terganggu.

Kucuran stimulus ekonomi bagi ketiga sektor tersebut bukan hanya dapat mendorong konsumsi sesaat, tetapi juga dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dan II 2026.

"Momentum Ramadan bisa membawa ekonomi Indonesia berjalan lebih cepat jika strategi sektor dan stimulus dijalankan dengan tepat. Diperlukan perencanaan jangka panjang dan bukan hanya lonjakan sementara," kata Esther.

Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang merupakan pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ramai pengunjung sejak awal Ramadan 2026. Banyak warga datang untuk membeli berbagai kebutuhan, termasuk pakaian Lebaran. Riuh suara pedagang menawarkan barang di tengah lalu lalang pembeli membuat suasana pasar makin hidup.

Para pengunjung tampak bersemangat menanyakan model pakaian terbaru yang sedang menjadi tren hingga kisaran harga yang dibanderol pedagang. Pakaian gamis keluaran terbaru paling diburu pembeli untuk digunakan saat Idulfitri.

Fahma, warga Depok, Jawa Barat, sengaja datang ke Pasar Tanah Abang bersama anak, kakak, dan keponakannya, Sabtu (21/2/2026), untuk membeli kebutuhan Lebaran.

“Memutuskan belanja sekarang karena sudah ada uangnya. Kalau besok-besok takut barangnya habis dan sudah ada kesibukan lain," kata Fahma.

Pengelola Pasar Blok A Tanah Abang Hery Supriyatna mengatakan pada pekan pertama Ramadan, jumlah pengunjung masih relatif normal dan diperkirakan akan terus meningkat hingga puncaknya menjelang Lebaran.

“Peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan kami perkirakan di awal Maret, kira-kira 4 Maret sampai dengan H-1 Lebaran," kata Hery.

Memasuki periode tersebut, jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang diperkirakan lebih dari 30.000 orang per hari. Bahkan, jika berkaca pada tahun sebelumnya, lonjakan terjadi sekitar dua pekan sebelum Lebaran dengan rata-rata kunjungan mencapai 40.000 sampai 45.000 orang setiap hari.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memproyeksikan kunjungan ke pusat perbelanjaan selama Ramadan dan Idulfitri 2026 meningkat 10% sampai 15%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Momentum ini dinilai tetap menjadi penggerak utama industri ritel nasional.

Infografis penukaran uang Ramadan dan Idulfitri 2026. - (Antara/Antara)
Infografis penukaran uang Ramadan dan Idulfitri 2026. - (Antara/Antara)

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan Ramadan dan Idulfitri merupakan peak season bagi sektor ritel, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang belum sepenuhnya optimal.

“Pada saat kondisi pertumbuhan perekonomian nasional masih belum maksimal seperti saat ini, maka semua momentum penjualan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh industri usaha ritel untuk meningkatkan kinerja setinggi-tingginya, terutama pada saat Ramadan dan Idulfitri,” ujar Alphonzus.

Untuk mendongkrak kunjungan, pusat perbelanjaan bersama para peritel menghadirkan berbagai program tematik, mulai dari dekorasi khas Ramadan hingga acara seni, musik, dan budaya. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan pengalaman belanja yang berbeda dibandingkan hari biasa.

“Pusat perbelanjaan bersama para peritel juga akan menyiapkan berbagai program promo belanja yang sangat menarik bagi pengunjung dalam memenuhi kebutuhan menyambut hari raya,” imbuh Alphonzus.

APPBI mencatat hampir seluruh kategori produk biasanya mengalami kenaikan penjualan selama Ramadan. Namun, pola belanja cenderung berubah menjelang dan saat libur Idulfitri, karena masyarakat lebih banyak membeli produk makanan dan minuman (food and beverages) serta hiburan (entertainment).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ketupat Sayur hingga Timphan, Ini 7 Kuliner Khas Lebaran di Indonesia

Ketupat Sayur hingga Timphan, Ini 7 Kuliner Khas Lebaran di Indonesia

NASIONAL
5 Permainan Ramah Anak Seru Saat Lebaran, Minim Paparan Gadget

5 Permainan Ramah Anak Seru Saat Lebaran, Minim Paparan Gadget

NASIONAL
Ucapkan Selamat Idulfitri 2026, Prabowo: Mari Kita Perkuat Kebersamaan

Ucapkan Selamat Idulfitri 2026, Prabowo: Mari Kita Perkuat Kebersamaan

NASIONAL
Momen Prabowo, Didit, dan Titiek Soeharto Kumpul Bareng Akhir Ramadan

Momen Prabowo, Didit, dan Titiek Soeharto Kumpul Bareng Akhir Ramadan

NASIONAL
Gelar Salat Id Perdana, Masjid Negara IKN Siap Tampung 7.500 Jemaah

Gelar Salat Id Perdana, Masjid Negara IKN Siap Tampung 7.500 Jemaah

NASIONAL
317.666 Personel Polri Amankan Malam Takbiran hingga Salat Id

317.666 Personel Polri Amankan Malam Takbiran hingga Salat Id

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon