ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Konflik di Timur Tengah Ganggu Ekspor Hyundai

Jumat, 3 April 2026 | 18:18 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Ekspor Hyundai terganggu akibat konflik di Timur Tengah
Ekspor Hyundai terganggu akibat konflik di Timur Tengah (AP Photo/David Zalubowski)

Jakarta, Beritasatu.com - Produsen otomotif asal Korea Selatan, Hyundai Motor, mengungkapkan adanya gangguan ekspor ke sejumlah wilayah akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini berdampak pada jalur pengiriman global dan menekan rantai pasok industri otomotif.

Dikutip dari Reuters, Jumat (3/4/2026), Hyundai menyebut ekspor ke Eropa dan Afrika Utara yang biasanya melewati jalur Timur Tengah kini mengalami hambatan. Gangguan ini memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik mulai memengaruhi logistik global, termasuk meningkatkan biaya pengiriman dan menyebabkan keterlambatan distribusi kendaraan.

Hyundai juga menyampaikan, dampak konflik tidak akan langsung pulih meski situasi mereda dalam waktu dekat.

"Meski konflik berakhir, butuh waktu cukup lama untuk membangun kembali dan memulihkan rantai pasok yang ada," ujar Wakil Presiden Senior Divisi Kebijakan Global Hyundai Motor, Kim Dong-jo.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan di Pelabuhan Pyeongtaek-Dangjin, Korea Selatan, yang dihadiri pejabat pemerintah, perusahaan logistik, dan pelaku industri otomotif untuk membahas dampak konflik terhadap pengiriman global.

Selain gangguan jalur distribusi, Hyundai juga menghadapi tekanan dari kenaikan biaya logistik dan keterbatasan bahan baku. Kondisi ini turut memengaruhi kinerja pemasok komponen serta proses produksi kendaraan.

Unit logistik Hyundai, Hyundai Glovis, menyatakan saat ini tidak dapat mengakses beberapa rute di Timur Tengah. Akibatnya, perusahaan harus menyimpan sementara kargo di lokasi alternatif hingga situasi kembali normal.

Meski jalur pengiriman ke Amerika Utara belum terdampak signifikan, pembatasan akses di Timur Tengah serta kenaikan harga bahan bakar disebut mulai mengganggu efisiensi operasional.

Pemerintah Korea Selatan juga mengungkapkan, sebagian pengiriman dialihkan ke hub transit seperti Sri Lanka untuk sementara waktu, sambil menunggu kondisi pengiriman membaik.

Hyundai Motor mencatat penjualan global sebanyak 358.759 unit kendaraan pada Maret 2026, turun 2,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan domestik turun 2,0%, sementara penjualan luar negeri melemah 2,4%. Khusus ke Timur Tengah, pengiriman ke kawasan tersebut anjlok hingga 49%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT