Bulog Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
Sabtu, 4 April 2026 | 07:20 WIB
Blora, Beritasatu.com – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora pada Jum'at (3/4/2026) serta bertemu langsung dengan tokoh masyarakat dan petani tebu di Kabupaten Blora. Hal ini sebagai upaya Bulog dalam merespons aspirasi petani terkait kepastian penyerapan hasil panen tebu tahun 2026.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh semangat musyawarah tersebut mempertemukan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat serta petani. Dialog berjalan terbuka dengan tujuan mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
Ahmad Rizal menyampaikan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan sejak pagi hari bersama sejumlah tokoh masyarakat, hingga akhirnya disampaikan secara langsung kepada masyarakat pada sore hari sebagai bentuk transparansi dan kepastian kebijakan.
“Tadi pagi kami sudah bertemu dengan Pak Noto dan Pak Bambang selaku tokoh masyarakat. Sore ini kami sampaikan langsung kepada masyarakat petani tebu untuk memberikan kepastian,” ujar Rizal.
Dalam kesempatan tersebut, Bulog memastikan bahwa hasil panen tebu petani Blora yang akan berlangsung mulai bulan Mei 2026 akan diserap melalui PT GMM dengan mengacu pada harga pemerintah tahun 2026. Untuk itu, Bulog akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Direktur SGN dan Direktur PTPN.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa setelah proses penyerapan di PT GMM, Bulog akan bertanggung jawab dalam distribusi tebu ke sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah guna menjaga kesinambungan rantai pasok dan mendukung stabilitas produksi gula nasional. Disamping itu, Bulog juga akan melakukan perbaikan dan mereorganisasi manajemen PT GMM guna meningkatkan kinerja perusahaan.
“Kami akan segera mereorganisasi manajemen PT GMM yang profesional,” tambah Rizal.
Selain hal tersebut, sejalan dengan fokus pemerintah dalam pengembangan bioetanol berbahan baku jagung, singkong, dan tebu, PT GMM ke depan tidak hanya berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga akan memanfaatkan tebu sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi etanol sebagai bagian dari diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah.
Rizal juga menegaskan bahwa seluruh proses penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dengan mengedepankan asas manfaat bagi kedua belah pihak, di mana masyarakat diajak berdiskusi di dalam kawasan PT GMM. Melalui kesepakatan ini, para petani yang bertemu langsung dengan Dirut Bulog merasa puas dan akhirnya pulang dengan tertib dan damai sambil melepas spanduk dan atribut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




