10 Hari Jelang Nikah, Gadis Gaza Tertembak Peluru Penembak Jitu Israel
Senin, 4 Mei 2026 | 13:16 WIB
Gaza, Beritasatu.com – Seorang gadis berusia 19 tahun di Gaza, Hala Salem Darwish, mengalami luka parah setelah terkena tembakan yang diduga berasal dari penembak jitu Israel saat berada di dalam rumah keluarganya. Insiden tragis ini terjadi hanya 10 hari menjelang hari pernikahannya.
Mengutip Anadolu Agency, Senin (4/5/2026), Hala kini dirawat di ruang perawatan intensif dalam kondisi kritis setelah peluru menembus jendela rumah dan mengenai bagian belakang kiri kepalanya.
Saat kejadian, Hala tengah membantu keluarganya menyiapkan makan malam. Tembakan mendadak tersebut membuatnya tersungkur di hadapan anggota keluarga yang saat itu berada di rumah.
Tunangan Hala, Mohammed Shreihi, mengatakan insiden tersebut mengubah seluruh rencana bahagia mereka dalam sekejap.
“Hanya tersisa 10 hari lagi sampai pernikahan kami. Dalam sekejap, semuanya berubah,” ujar Mohammed.
Ia menjelaskan, peluru masih bersarang di kepala Hala dan menyebabkan kerusakan serius pada jaringan otaknya. Hingga berita ini diturunkan, tim dokter belum dapat melakukan operasi karena kondisi Hala masih belum stabil.
“Dia seperti pengantin wanita pada umumnya, penuh sukacita dan semangat. Sekarang kami hanya berharap dia selamat,” lanjutnya.
Ayah Hala, Salim, mengaku masih trauma mengingat detik-detik penembakan tersebut. Ia mengatakan, keluarganya saat itu sedang menyiapkan makanan ketika tiba-tiba tembakan masuk dari luar dan mengenai putrinya.
“Dia jatuh di depan kami. Saya tidak bisa melupakan pemandangan itu,” kata Salim.
Ia menambahkan, keluarga telah mempersiapkan pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada awal Mei, meski hidup di tengah situasi mencekam akibat serangan brutal Israel.
Kondisi Hala mencerminkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza. Tenaga medis menyatakan perawatan yang dibutuhkan Hala tidak tersedia di wilayah tersebut, sehingga ia memerlukan evakuasi medis ke luar negeri sesegera mungkin.
Otoritas Palestina mencatat sekitar 22.000 warga Gaza yang sakit dan terluka membutuhkan rujukan ke luar wilayah untuk mendapatkan penanganan medis, di tengah kelangkaan obat-obatan dan peralatan kesehatan.
Mohammed mengatakan pihak keluarga telah mengajukan permohonan bantuan kepada Komite Palang Merah Internasional hingga sejumlah lembaga kemanusiaan lainnya , agar calon istrinya itu bisa segera dievakuasi dan memperoleh perawatan yang memadai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




