Ekonomi Melambat, Banyak Warga Tiongkok Pilih Tetap Melajang
Selasa, 16 Januari 2024 | 19:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Banyak warga kaya di Tiongkok mengaku ragu untuk menikah akibat perlambatan ekonomi di negara mereka. Mereka khawatir menghadapi ketidakpastian ekonomi, salah satunya Victor Li, seorang pengusaha kaya dari Shanghai.
"Menikah sangat mahal, terutama di kota besar seperti Shanghai. Dari segi finansial, ini memberikan tekanan besar pada generasi muda, termasuk saya," kata Victor Li kepada Reuters, Selasa (16/1/2024).
Akibat adanya perlambatan ekonomi, kini semakin banyak orang yang memilih untuk tetap lajang. Pasalnya prospek untuk mendapatkan pekerjaan saat ini kurang baik di tengah tingginya tingkat pengangguran di kalangan muda.
Tingginya tingkat kesulitan menikah ini menjadi kekhawatiran bagi para pembuat kebijakan yang sedang menghadapi penurunan kelahiran dan penuaan cepat di negara yang dahulu memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Tingkat kesuburan Tiongkok saat ini merupakan salah satu yang terendah di dunia.
Pada tahun lalu, Presiden Xi Jinping menyoroti perlunya aktif dalam membentuk budaya pernikahan baru dan mendidik anak-anak untuk mendorong pembangunan nasional.
Pemerintah daerah juga telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung keluarga baru, termasuk pemangkasan pajak dan subsidi perumahan, serta memberikan 'hadiah' tunai untuk pernikahan jika pengantin wanita berusia 25 tahun atau lebih muda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




