NATO: Rusia Lancarkan Banyak Operasi Udara dari Belarusia
Sabtu, 12 Maret 2022 | 11:54 WIB
Brussels, Beritasatu.com- Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan Rusia meluncurkan banyak operasi udara terhadap Ukraina dari Belarusia. Pada Kamis (11/3/2022), CNN bergabung dengan NATO di pesawat Airborne Warning and Control System, yang digunakan di perbatasan Ukraina-Polandia untuk mengumpulkan intelijen.
"Rusia tahu pesawat-pesawat itu ada di sana (Polandia) dan mencoba mengganggu radar mereka," kata direktur teknis NATO kepada CNN.
Direktur teknis misi NATO mengatakan kepada outlet tersebut bahwa "sebagian besar" jet Rusia telah ditemukan datang ke Ukraina dari wilayah Belarusia, negara tetangga dan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan minggu ini Rusia meluncurkan operasi udara dari Belarusia, Laut Hitam, Rusia, dan Ukraina.
Baca Juga: Presiden Zelensky Anggap NATO Takut dan Tidak Siap Menerima Ukraina
Anggota NATO di pesawat mengatakan sulit untuk mengatakan apakah Belarusia memiliki pasukannya sendiri yang berpartisipasi dalam perang karena Rusia, Belarusia dan Ukraina semuanya menggunakan jet tempur serupa.
Pada Kamis, Direktur taktis NATO Denis Guillaume mengatakan bahwa puluhan jet Rusia sedang menganggur di Belarusia. Ketika ditanya oleh CNN apakah NATO berbagi intelijen ini dengan Ukraina, dia menolak menjawab.
"Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Satu-satunya hal yang dapat saya katakan kepada Anda saat ini adalah bahwa kami, sebagai sekutu NATO, berbagi data dengan negara-negara NATO," kata Guillaume.
Baca Juga: PM Swedia Tolak Desakan Oposisi untuk Bergabung dengan NATO
Namun, direktur teknis mengatakan negara-negara NATO dapat berbagi data intelijen apapun yang mereka inginkan. Meskipun tidak jelas informasi apa yang dikirim AS ke Ukraina, diketahui bahwa negara tersebut telah berbagi informasi intelijen untuk membantu perang Ukraina melawan Rusia.
Negara-negara NATO telah mulai memberikan sanksi kepada bank dan warga negara Belarusia sebagai tanggapan atas negara yang membiarkan Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Sebelum invasi, Belarus membiarkan Rusia membangun ribuan tentara di perbatasannya untuk akhirnya memasuki Ukraina.
Pejabat Ukraina telah menyerukan zona larangan terbang di Ukraina untuk melawan operasi udara Rusia, tetapi permintaan itu ditolak oleh NATO.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




