ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Tarik 5.000 Tentara dari Jerman Seusai Dikritik Kanselir Friedrich

Sabtu, 2 Mei 2026 | 13:25 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Pentagon akan menarik sekitar 5.000 tentara Amerika Serikat dari Jerman dalam enam hingga 12 bulan ke depan.
Pentagon akan menarik sekitar 5.000 tentara Amerika Serikat dari Jerman dalam enam hingga 12 bulan ke depan. (AP Photo/J.Scott Applewhite)

Washington, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menarik sekitar 5.000 tentaranya dari Jerman dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Langkah ini diumumkan langsung oleh Pentagon pada Jumat (1/5/2026) sebagai tindak lanjut memenuhi ancaman Presiden AS Donald Trump saat ia berselisih dengan pemimpin Jerman mengenai perang AS dengan Iran.

“Keputusan tersebut mengikuti tinjauan menyeluruh terhadap postur kekuatan Departemen di Eropa dan sebagai pengakuan atas kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujar Juru Bicara Pentagon Sean Parnell. 

Mengutip laporan NPR, Sabtu (2/5/2026), sebelumnya pada awal pekan ini Trump telah mengancam akan menarik beberapa pasukan dari sekutu North Atlantic Treaty Organization (NATO) tersebut setelah Kanselir Friedrich Merz mengatakan AS sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran. Merz bahkan juga menyebut Washington kurang memiliki strategi yang jelas dalam perang terhadap Teheran. 

ADVERTISEMENT

Selama ini, Jerman menjadi salah satu basis militer utama AS di Eropa. Negara itu menampung sejumlah fasilitas strategis, termasuk markas Komando Eropa dan Afrika, Pangkalan Udara Ramstein, serta pusat medis militer di Landstuhl yang selama ini menangani korban perang dari Afghanistan dan Irak. Selain itu, rudal nuklir AS juga ditempatkan di wilayah Jerman.

Dengan rencana tersebut, jumlah pasukan yang akan ditarik mencapai sekitar 14% dari total 36.000 personel militer AS yang saat ini ditempatkan di Jerman.

Kebijakan penarikan pasukan itu langsung menuai kritik keras dari Partai Demokrat di Kongres AS dan sejumlah lembaga pemikir di Washington. Mereka menilai langkah tersebut berpotensi menguntungkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, serta melemahkan kepentingan strategis keamanan AS dan sekutunya.

"Penarikan tersebut menunjukkan bahwa komitmen Amerika kepada sekutu kita bergantung pada suasana hati presiden," kata Senator Jack Reed dari Rhode Island, anggota Demokrat senior di Komite Angkatan Bersenjata Senat AS. 

"Presiden harus segera menghentikan tindakan gegabah ini sebelum ia menyebabkan konsekuensi yang tidak dapat diubah bagi aliansi kita dan keamanan nasional jangka panjang," lanjut Reed.

Sementara itu, Bradley Bowman, peneliti di Foundation for Defense of Democracies, menilai keberadaan militer AS di Jerman dan wilayah Eropa lainnya memiliki peran penting, tidak hanya untuk memperkuat pencegahan terhadap agresi Rusia, tetapi juga mendukung proyeksi kekuatan militer AS ke kawasan Mediterania, Timur Tengah, dan Afrika.

Bowman menilai, kehadiran pasukan AS di Eropa merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas keamanan global di tengah meningkatnya tensi geopolitik saat ini. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon