ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trump Serang NATO Seusai Bahas Perang Iran, Aliansi Terancam

Kamis, 9 April 2026 | 10:02 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Presiden AS, Donald Trump.
Presiden AS, Donald Trump. (AFP)

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap NATO setelah pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Mark Rutte di Gedung Putih. Kritik ini mencuat di tengah ketegangan konflik Iran dan peran aliansi militer tersebut.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menilai NATO tidak memberikan dukungan yang memadai kepada Amerika Serikat dalam menghadapi konflik dengan Iran.

"NATO tidak ada di sana ketika kami membutuhkan mereka, dan mereka tidak akan ada di sana jika kami membutuhkan mereka lagi," tulis Trump.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan tertutup antara Trump dan Mark Rutte yang berlangsung lebih dari 2 jam di Gedung Putih.

Meski detail pembicaraan tidak diungkapkan secara resmi, Rutte menggambarkan dialog tersebut sebagai berlangsung terbuka dan jujur. Namun, ia mengakui adanya perbedaan pandangan.

Sebelum pertemuan, Trump bahkan sempat mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat keluar dari NATO. Hal ini dipicu oleh penolakan sejumlah negara anggota untuk mendukung upaya membuka kembali Selat Hormuz guna meredakan lonjakan harga minyak global.

Gedung Putih sendiri tidak memerinci isi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Namun, isu komitmen NATO terhadap kepentingan Amerika menjadi salah satu sorotan utama.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengutip pernyataan Trump yang menyebut NATO "telah diuji dan mereka gagal". Ia juga menambahkan bahwa negara-negara NATO dinilai kurang memberikan dukungan terhadap rakyat Amerika yang selama ini mendanai pertahanan mereka.

Pada sisi lain, Mark Rutte menegaskan, kontribusi negara-negara Eropa tidak bisa diabaikan. Ia menyebut sebagian besar anggota NATO telah memberikan dukungan dalam bentuk fasilitas pangkalan militer, logistik, hingga penerbangan pengawasan.

"Oleh karena itu, ini adalah gambaran yang bernuansa," kata Rutte.

Rutte juga menyampaikan bahwa konflik Iran tidak dipandang ilegal oleh sebagian besar anggota NATO, serta terdapat kesamaan pandangan terkait pentingnya menekan kemampuan nuklir Iran.

Meski demikian, hubungan antara pemerintahan Trump dan NATO memang telah lama diwarnai ketegangan. Selain konflik Iran, perbedaan pandangan terkait isu Greenland turut memperkeruh hubungan kedua pihak.

Trump bahkan kembali menyinggung isu tersebut dalam unggahannya.

"Ingat Greenland, potongan es besar yang dikelola dengan buruk itu!" ujarnya.

Ancaman Trump untuk keluar dari NATO menjadi perhatian serius, meskipun secara hukum langkah tersebut tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa persetujuan dua pertiga Senat AS atau undang-undang dari Kongres.

Ketegangan terbaru ini dinilai menjadi salah satu tantangan terbesar bagi NATO, terutama di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global akibat konflik Iran dan stabilitas kawasan energi dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz

Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

Boeing 747-8 Hadiah dari Qatar Jadi Armada Baru Perjalanan Dinas Trump

INTERNASIONAL
Alasan Trump Sebut Dirinya

Alasan Trump Sebut Dirinya "Bos" di Depan Pemimpin Dunia Saat KTT G7

INTERNASIONAL
Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

Trump Jaga Netanyahu Tetap Waras di Lebanon

INTERNASIONAL
Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

Iran Umumkan Aturan Baru bagi Kapal yang Ingin Melintasi Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

Trump Klaim AS Diam-diam Loloskan 87 Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon