Tersangka Teroris Kota Batu Terpapar Radikalisme dari Media Sosial
Senin, 5 Agustus 2024 | 18:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tersangka teroris berinsial HOK di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, terpapar gerakan radikalisme melalui media sosial. HOK hanya membutuhkan waktu 6 bulan hingga 7 bulan untuk terpapar paham radikalisme.
Kabag Renmin Densus 88 Antiteror Polri Kompol Aswin Siregar dalam pernyataan persnya mengatakan bahwa tersangka pelaku terosisme di Kota Batu, Malang terpapar gerakan radikal Daulah Islamiyah dalam waktu sangat singkat melalui media sosial. "Jadi yang bersangkutan terpapar jaringan teroris radikal melalui media sosial," ujar Aswin.
Menurut hasil penyelidikan sementara, HOK sering mengakses berbagai situs yang berisi propaganda Daulah Islamiyah. Hal tersebutlah yang kemudian memicu dirinya untuk melakukan aksi bom bunuh diri.
HOK diketahui juga sempat mencoba membuat peledak dengan berbagai macam bentuk dan mencoba meledakannya di rumah.
Diketahui Densus 88 Antiteror Polri menangkap tersangka HOK saat dirinya hendak membuang bahan bahan kimia yang diduga untuk membuat bahan peledak. Hal itu dilakukan HOK seusai orang tuanya mengetahui aktivitas yang dilakukannya selama ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




