Kasatgas Covid-19: Karantina Jadi Sorotan Banyak Pihak
Jumat, 4 Februari 2022 | 22:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto mengakui pelaksanaan karantina Covid-19 menjadi sorotan banyak pihak.
"Pelaksanaan karantina ini sekarang jadi sorotan banyak pihak. Tentu saja saya selaku Kasatgas Covid-19 beserta jajaran terus memperbaiki agar pelaksanaan kekarantinaan ini semakin lama semakin baik," kata Suharyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (3/2/2022).
Baca Juga: Tak Yakin Hasil PCR, Pelaku Perjalanan Bisa Minta Tes Pembanding
Pada kesempatan itu Suharyanto antara lain memberikan klarifikasi mengenai warga negara asing atau pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang meragukan hasil tes polymerase chain reaction (PCR).
Untuk itu, pihaknya sudah memperbaiki aturan yakni memperbolehkan PPLN atau wisatawan asing meminta tes pembanding bila tidak yakin tehadap hasil positif tes PCR.
Pernyataan Suharyanto ini untuk menjawab keberatan-keberatan para PPLN.
"Kami tegaskan di sini tentu saja sudah sekian puluh ribu yang sudah kami sudah berusaha bekerja sebaik-baiknya bila ada hal yang masih bersifat kekurangan dan kelemahan kami betul-betul itu kami akui dan kami akan berusaha untuk lebih baik ke depan dalam pelaksanaan kekarantinaan ini," kata Suharyanto.
Baca Juga: Tak Yakin Hasil PCR, Pelaku Perjalanan Bisa Minta Tes Pembanding
Suharyanto sebelumnya juga menyebut berbagai kekurangan dalam pelayanan kekarantinaan.
"Saat awal, kita ketahui bersama keluhan masyarakat adanya penumpukan di Bandara Soekarno-Hatta kemudian juga pelaksanaan pelayanan kekarantinaan di Wisma Atlet ataupun di rusun-rusun yang masih kurang sempurna. Tetapi kemudian dengan kerja keras Satgas dibantu dengan unsur TNI dan Polri di wilayah DKI Jakarta alhamdulillah itu bisa terurai dan semakin lama semakin baik," katanya.
Suharyanto menyatakan, karantina PPLN untuk keamanan, kewaspadaan, dan kehati-hatian.
"Kebijakan pemerintah terkait karantina ini sekali lagi bukan bermaksud untuk menambah beban para pelaku perjalanan luar negeri, baik yang kategori PMI, ASN, maupun mahasiswa, maupun yang ke luar negeri dalam rangka tugas-tugas pribadi maupun kedinasan tapi semuanya demi keamanan dan kehati-hatian," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




