ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hepatitis Misterius Mengintai, P2G Minta Sekolah Tingkatkan Prokes

Rabu, 11 Mei 2022 | 18:34 WIB
MB
JM
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: JEM
Ilustrasi anak-anak.
Ilustrasi anak-anak. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan sekolah-sekolah harus meningkatkan ketaatan pada protokol kesehatan (prokes) demi mencegah terjadinya penularan kasus hepatitis misterius atau yang juga disebut hepatitis akut yang tengah mewabah di dunia, dan juga sudah masuk ke Indonesia saat ini.

Satriwan mengatakan, kemunculan kasus hepatitis misterius yang lebih banyak menyerang anak ini patut menjadi perhatian serius Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pemerintah daerah (pemda) dan sekolah.

 "Kami mendesak Kemdikbudristek dan pemda membuat surat edaran (SE) sebagai pengingat, agar sekolah-sekolah meningkatkan disiplin protokol kesehatan, mencegah Covid-19 yang masih pandemi termasuk mencegah penularan hepatitis terhadap anak," kata Satriwan saat dihubungi Beritasatu.com, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga: Kasus Hepatitis Bertambah, IDAI Belum Rekomendasikan Tunda PTM

ADVERTISEMENT

Satriwan menambahkan bahwa pencegahan kasus hepatitis misterius yang umumnya menyerang anak ini hendaknya menjadi perhatian lebih, khususnya bagi anak usia playgroup, PAUD/TK, dan SD/MI. Hal ini harus menjadi kesadaran kolektif, khususnya bagi guru, siswa, dan orang tua.

Sementara Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri menambahkan surat edaran kepada sekolah, guru, siswa, orang tua, dan warga sekolah lainnya sangat penting.

"Agar warga sekolah memiliki pemahaman yang baik, khususnya terkait kasus hepatitis misterius anak. Apa saja indikasi gejala, faktor penyebab, langkah pencegahan, serta kiat hidup bersih demi menjaga anak agar tidak tertular," cetus Iman.

Baca Juga: Korban Meninggal Akibat Hepatitis Akut Jadi 5 Orang

Dikatakan Imam, P2G mendesak Kemdikbudristek, Kemenag, dan pemda meningkatkan pengawasan dan mengevaluasi ketaatan prokes di sekolah termasuk pelaksanaan prinsip adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Sebab P2G masih menemukan banyaknya pelanggaran prokes di sekolah setelah kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% dimulai beberapa bulan lalu.

"Prokes banyak dilanggar warga sekolah, baik siswa maupun guru semakin tak disiplin prokes. Apalagi pascamudik lebaran ini. Mestinya warga sekolah jangan dulu euforia, status Covid-19 masih pandemi belum endemi," ujar Iman.

Iman menuturkan langkah-langkah pencegahan penularan dan disiplin prokes di sekolah merupakan upaya yang sangat penting dan strategis untuk menurunkan angka sebaran Covid-19 dan mencegah kasus hepatitis misterius tidak menjadi pandemi kemudian hari. Pasalnya, hal ini akan berdampak terhadap kualitas pendidikan nasional.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon