Empat Surat Kabar Irak Diserang Kelompok Bersenjata

Rabu, 3 April 2013 | 00:07 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Ilustrasi perang di Irak
Ilustrasi perang di Irak (AFP)

Baghdad, Irak - Sekelompok pria bersenjata menyerang empat kantor surat kabar independen di Irak dalam waktu semalam.

Serangan yang terjadi Senin malam waktu setempat tersebut merusak gedung, dan melukai enam pegawai. Serangan ini juga dikutuk oleh aktivis hak asasi manusia dan diplomat.

Keempat surat kabar tersebut adalah Al-Dustour, Al-Parliament, Al-Mustaqbal , dan Al-Nas.

Diduga, mereka ditarget karena menulis berita mengenai seorang ulama Syiah Mahmud al-Sarkhi, namun tidak diketahui apakah al-Sarkhi memerintahkan penyerangan tersebut.

"Sekitar 30 orang bersenjata dengan pakaian sipil memasuki kantor kami secara paksa. Mereka membakar mobil saya dan menghancurkan komputer dan barang-barang lain," ujar pemimpin redaksi Al-Mustaqbal, Ali Darraji.

"Kejadian berlangsung sekitar 20 menit. Mereka kabur ketika para penjaga memberikan tembakan peringatan, tetapi mereka berhasil kabur setelah melakukan perusakan," tambahnya.

Tenaga medis di rumah sakit Ibn Nafis mengatakan enam orang terluka.

"Serangan terhadap media atau jurnalis tidak dapat diterima dalam situasi apapun," ujar duta khusus PBB martin Kobler.

Muayad al-Lami dari Sindikat Jurnalis Irak, mengutuk serangan tersebut.

"Kami terus berkomunikasi dengan pemuka agama, karena mereka yang melakukan penyerangan tersebut berbicara mengenai kelompok agama," ujarnya, tanpa memberikan detil lebih lanjut.

Irak menempati peringkat 150 dari 179 negara dalam indeks kebebasan pers yang dilansir Reporters Without Borders. Sementara Komite Perlindungan Jurnalis (Committee to Protect Journalists) mengatakan bahwa 93 kasus pembunuhan jurnalis belum terpecahkan hingga saat ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon