Mendikbud: Lembar Fotokopi Tak Berarti Soal UN Bocor
Selasa, 23 April 2013 | 17:57 WIB
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan, lembar materi soal Ujian Nasional (UN) yang difotokopi bukan berarti ada kebocoran soal. Adanya fotokopi lembar soal menurutnya, dikarenakan ada kekurangan lembar materi UN.
"Kalau copy huruf A tetap A, artinya secara substansi soal itu tidak apa-apa. Yang penting kan soalnya itu. Kalau ada kekurangan, ya difotokopi, itu dibenarkan," kata Mendikbud di kompleks kantor Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Selasa (23/4).
Nuh melanjutkan, pihaknya juga sudah mengecek UN pada tahun 2011 dan tahun 2012, dan tidak terdapat kasus kebocoran soal. Sementara untuk kualitas kertas materi soal, sejauh ini menurutnya tidak mengganggu jalannya UN. Pagi ini dalam inspeksi UN untuk SMP di Kepulauan Seribu pun menurutnya tidak ada hambatan.
"Tadi saya cek di Pulau Seribu, enggak apa-apa kok. Anak-anak bisa nyobek dengan baik. Yang punya tugas (memeriksa) itu teman-teman yang ada di perguruan tinggi, buat scan," lanjutnya.
Secara teknis, kertas lembar jawaban, kata Nuh pula, bisa di-scan di perguruan tinggi. Dia menjelaskan, ada tiga tahap pemeriksaan. Pertama dilakukan pengecekan kertas untuk memperbaiki yang ada lipatan. Lalu tahap kedua, kertas dicoba dimasukkan dalam mesin, namun belum dimasukkan kunci jawaban. Tahap ketiga, dimasukkan kunci jawaban dan lembar jawaban, bisa mengeluarkan hasil.
"Setelah dimasukkan kunci, baru keluar nilai. Tidak hanya itu, tugas scanning dia sampai juga soal dibagi tiga. Ada mudah, sedang, sulit," jelasnya lagi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




