Pemprov DKI Akan Rehabilitasi Pasar Tradisional
Jumat, 3 Mei 2013 | 11:01 WIB
Menurut Jokowi, kondisi pasar yang sangat becek, bau dan tidak tertata membuat warga enggan untuk datang.
Jakarta - Penataan pasar tradisional di Ibukota untuk menciptakan pasar yang rapi, bersih, aman, dan nyaman terus dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
Setelah beberapa waktu lalu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Pasar Meruya Ilir, Jakarta Barat, kali ini Jokowi melakukan hal yang sama untuk mensosialisasikan rehabilitasi pasar di Pasar Lokasi Binaan Makasar atau Pasar Embrio, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Jumat (3/5).
Pasar yang memiliki kurang lebih 300 kios ini, di tahap awal direncanakan akan direhabilitasi bagian belakang pasarnya. Bagian tersebut merupakan bagian untuk para pedagang yang menjual sayur serta daging.
Kondisi pasar sendiri sudah terbilang cukup nyaman untuk di bagian depannya. Para pedagang juga menjajakan dagangannya dengan tertib.
Namun, untuk bagian belakang pasar masih tampak semrawut dan jalanan sempit, sehingga bagian inilah yang nantinya akan direhabilitasi.
Selain berkunjung ke Pasar Embrio, Jokowi juga melanjutkan kunjungannya ke Lokasai Binaan PKL Kramat Jati.
Di sana, Jokowi melakukan hal yang tidak jauh berbeda dengan di Pasar Embrio, yakni berkeliling pasar dan meninjau lokasi pasar yang akan direhabilitasi.
Ia juga memaparkan desain pasar yang direncanakan akan direhabilitasi tersebut kepada para pedagang. Begitupun para pedagang setuju dengan hal itu.
"Saya menyampaikan pasar yang akan dibangun kepada para pedagang dan PKL yang di depan pasar di dalam itu. Menyampaikan gambar, desain, serta kondisinya seperti apa," kata Jokowi di Balai Kota usai kunjungannya ke pasar, Jumat (3/5).
Menurut Jokowi, kondisi pasar yang sangat becek, bau dan tidak tertata membuat warga enggan untuk datang. Para pedagang pun meminta supaya pembangunan yang rencananya akan dimulai sekitar bulan Juni atau Juli ini segera dilakukan dan diperkirakan November sudah selesai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




