Hatta: Indonesia Kekurangan Sarjana Teknik
Minggu, 12 Mei 2013 | 19:35 WIB
Surabaya - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan Indonesia saat ini masih kekurangan SDM di bidang teknik. Saat ini jumlah sarjana teknik di Indonesia hanya 11% dari total sarjana di Indonesia.
"Jika kondisi ini terus berlanjut diperkirakan pada 2015 hingga 2025 mendatang, Indonesia akan kekurangan 15 ribu sarjana teknik per tahun," kata Hatta saat memberikan kuliah umum 'Tantangan Insinyur dan Scientist dalam AFTA 2015' di acara Young Engineer and Scientist Summit 2013, di Graha 10 November ITS, Surabaya, Sabtu (11/5).
Karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut pemerintah berencana menambah 100 politeknik baru, perguruan tinggi riset, dan perguruan tinggi pendidikan. Selain itu, pemerintah juga akan membuat 521 akademi komunitas untuk tenaga terampil setempat di setiap kabupaten atau kota.
"Sekolah menengah kejuruan dan kursus atau pendidikan non formal, juga penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja setempat," tandasnya.
Dia mengingatkan semua upaya tersebut penting agar jangan sampai ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai pertumbuhan bagus, justru terjadi kekurangan tenaga insinyur.
"Jangan sampai kekurangan ini diambil dari insinyur asing," ungkap Hatta yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Keuangan ini.
Kepada mahasiswa yang hadir di kuliah tersebut, Hatta berharap agar mereka yang kelak menjadi calon insinyur terus berkarya dan menghasilkan inovasi yang mengacu pada kebutuhan pasar sehingga mereka juga bisa diterima pasar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




