Istimewanya Reses di Masa Ramadan Buat Teguh Juwarno
Senin, 29 Juli 2013 | 17:48 WIB
Jakarta - Masa reses selalu menjadi momen yang spesial bagi Anggota Komisi V DPR yang juga Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno.
Seperti di masa-masa reses sebelumnya, Teguh selalu menyempatkan diri untuk menginap dan tidur di rumah konstituennya di dapil. Reses kali ini, yang dimulai 12 Juli lalu dan bertepatan dengan momen bulan Ramadan, membuat resesnya lebih istimewa.
Teguh menjelaskan Ramadan di rumah warga di dapilnya terasa berbeda bila tetap tinggal di kota. Apabila di kota, suasana Ramadan seolah tak ada beda dengan waktu diluar Ramadan selain tambahan acara-acara 'pembodohan' di televis saat sahur.
"Kalau di desa suasana Ramadan masih khas, ramah, kekeluargaan. Kita berbondong-bondong ke surau, masjid. Ada alunan suara anak-anak mengaji, plus kegembiraan pergi tarawih. Semuanya ditingkahi suara-suara binatang malam. Nikmat sekali," jelas Teguh saat dihubungi dari Jakarta, Senin (29/7).
Warga dapil yang ditinggalinya pun sangat menghargai kedatangan Teguh dengan berusaha menyediakan kamar terbaik untuk ditempatinya. Walau demikian, dia mengaku memilih tidur melantai bareng tim atau rombongan, dan warga yang ikut kumpul-kumpul di rumah warga.
"Kebiasaan melantai ini sudah biasa saya jalani dari kecil saat di kampung. Jadi suasananya seperti kembali ke masa lalu," ujarnya.
Di luar itu, live-in di kediaman warga dapilnya menjadi istimewa karena tuan rumah selalu menghidangkan masakan terbaik versi mereka.
"Dan itu biasanya diambil kebun mereka sendiri. Entah sayur, telur, ikan mas, lele, juga ayam, daging," ujarnya.
Terlepas dari suasana hangat yang dia rasakan selama tinggal di rumah warga, Teguh mengatakan dirinya tetap menjalankan tugas utama selama reses yakni menyerap aspirasi dan mengawasi berjalannya program pemerintah di daerah.
Dari kunjungan resesnya ke pedesaan sejak dilantik jadi anggota dewan di 2009, Teguh berkesimpulan masih dibutuhkan perhatian Pemerintah demi meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Sebenarnya bila di desa ada pembangunan, maka ekonomi bergerak, arus urbanisasi ke kota bisa direm," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




