Untung Menggiurkan dari Bisnis Parsel Lebaran

Jumat, 2 Agustus 2013 | 21:22 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Parsel berisi barang elektronik.
Parsel berisi barang elektronik. (BeritaSatu/Herman/Herman)

Jakarta - Budaya saling mengirimkan parsel saat hari Lebaran ternyata mendatangkan keuntungan besar bagi para pelaku usaha bisnis parsel. Bahkan omset yang didapat bisa mencapai hingga 100%. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh Hermin Setyocahyani, pemiliki kios "Rumah Naquita" di kawasan Stasiun Cikini Jakarta.

"Saya hanya menjual parsel menjelang lebaran dan natal saja. Di luar  itu, kios saya hanya menjual  kerajinan tangan," kata Hermin kepada Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (2/8).

Melihat banyaknya pemain dalam bisnis parsel makanan, Hermin rupanya lebih memilih untuk menjual parsel yang berisi barang-barang pecah belah dan elektronik. Ada juga parsel berisi lampu hias dari pelepah kelapa dan alumunium dengan hiasan batik.

"Awalnya di sini memang tidak ada yang pakai barang elektronik sebagai parsel. Lalu sejak empat tahun lalu, saya mulai menciptakan market sendiri dengan menghadirkan parcel berisi coffee maker, mixer, juicer, dan barang-barang elektronik lainnya yang saya gabungkan dengan barang pecah belah. Ternyata walaupun lebih mahal, tapi peminatnya lumayan. Bahkan pedagang lain mulai banyak yang ikut-ikutan," kata Hermin.

Menghadapi persaingan antar penjual parcel di Cikini yang sangat ketat, kreatifitas dalam mendesain parsel memang sangat penting. "Dalam bisnis ini, bukan hanya isi parselnya saja yang menentukan, tapi juga desainnya," papar dia.

Untuk memenangkan persaingan, Hermin juga tidak tanggung-tanggung dalam menggelontorkan uang.

"Tahun ini modal saya meningkat hampir dua kali lipat. Kalau Lebaran tahun lalu modalnya hanya Rp 80 juta, tahun ini modal Rp 150 juta langsung saya keluarkan di awal," bebernya.

Selain melayani pembeli perorangan, Hermin juga banyak melayani permintaan partai besar dari perusahaan.

Keuntungan yang didapat tentunya lebih besar karena biasanya perusahaan akan membeli dalam jumlah yang banyak.

"Kemarin juga ada bank yang pesan sampai 275 parcel dengan harga masing-masing parcel Rp 300 ribu," bebernya.

Harga parcel di tempatnya dijual mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 4.5 juta.

"Untuk yang paling mahal itu parcel barang-barang elektronik. Kalau lampu alumunium hasil kerajinan tangan dari Yogyakarta, harga yang paling murah Rp 1,5 juta. Walaupun mahal, tapi peminatnya sudah lumayan banyak," terang dia.

Lebaran tahun ini, jumlah pembelinya juga masih relatif sama.

"Memang ada beberapa customer saya yang belum datang ke sini. Tapi banyak juga pembeli-pembeli barunya," kata Hermin.

Parsel elektronik kreasinya ini memang menyasar kalangan menengah ke atas. "

Waktu awal-awal puasa kita hanya bisa menjual sekitar lima parsel sehari. Tapi sekarang paling sedikit 20 parsel ukuran besar sudah bisa terjual," kata Hermin yang mengaku tidak tertarik menjual parcel makanan.

"Di Stasiun Cikini sudah banyak bangat parcel makanan. Dari yang di dalam sampai pedagang kaki lima. Dan lagi kalau barang pecah belah atau elektronik lebih enak dilihat," paparnya.

Menurut Hermin, keuntungan yang bisa didapatkan dari penjualan per parcelnya sekitar 30%-100%.

"Kalau di tempat lain tidak ada yang jual dan desainnya memang unik, harga dua kali lipat dari modal pun masih banyak yang minat," bebernya.

Omset yang didapatnya pun sangat menggiurkan. Hanya saat moment Lebaran saja, Hermin bisa meraih omset hingga Rp 100 juta lebih.

"Alhamdulillah tahun lalu dari bisnis parcel lebaran, untungnya bisa saya pakai buat bayar dp mobil," akunya.

Hermin memang selalu berusaha menghadirkan inovasi baru agar pelanggannya setiap tahun semakin bertambah.

"Saya selalu berpikir hal-hal yang unik untuk isi parselnya. Selain barang elektronik, tadinya saya juga mau pakai televisi. Tapi karena kemarin terlalu banyak barang yang harus diurus, akhirnya tidak jadi. Mungkin lebaran tahun depan saya akan menjual parcel yang isinya TV," ujar dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon