Ahok: Metromini Tak Laik Jalan Tetap Harus Dikandangkan

Kamis, 29 Agustus 2013 | 17:55 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Sejumlah angkutan umum menunggu penumpang di Terminal Senen
Sejumlah angkutan umum menunggu penumpang di Terminal Senen (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Jakarta - Meski di demo ratusan sopir Metro Mini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap kukuh menangkap metromini yang tak laik jalan. Dan tidak akan membebaskan 140 metromini yang dikandangkan bila pemiliknya tidak bisa menepati janjinya untuk memperbaiki armada mereka.

"Pada prinsipnya, kalau tidak layak harus ditangkap. Kalau janji mau diperbaiki kita akan kasih. Tapi kalau janjinya dengan syarat diperbaiki nggak pakai speedometer, tidak wajib pakai rem tangan. Ya saya kira nggak bisa," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (29/8).

Ditegaskannya, uji KIR merupakan syarat utama yang harus dipenuhi oleh pemilik metromini tersebut. Karena untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para penumpang yang menggunakan transportasi umum di Jakarta.

Sehingga janji diperbaiki sesuai dengan uji KIR sudah menjadi harga mati bagi Ahok. Sebab itu, dia tidak mau tawar menawar lagi atau berdebat panjang dengan para sopir ataupun pemiliknya.

"Itu nggak bisa berdebat lagi. Kalau kita lepaskan, kalau ada yang mati di jalan gimana? Kaya bus Giri Indah yang kebalik di Bogor, KIRnya palsu. Kalau mereka tak tepatin janji, tidak boleh dikeluarin. Ini bukan salah sopir juga, kalau bosnya nggak mau merubah metromininya," tegas Ahok.

Karena itu, ketika salah satu perwakilan supir metromini berhasil masuk ke dalam teras Balai Kota dan mencegat Ahok, permintaannya ditolak oleh mantan Bupati Belitung Timur ini.

"Pak temui sebentar pendemo di depan," pinta pria itu kepada Ahok.

"Nggak bisa. Saya harus ke Taman Mini untuk jadi pembicara," jawab Ahok sambil berjalan menuju ke Gedung Parkir DPRD dan naik ke mobil menuju Taman Mini Indonesia Indah.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Syafrin Liputo mengatakan banyak sopir Metromini yang tidak ikut aksi bisa memenuhi syarat yang diajukannya.

"Intinya, sebagian pengusaha bisa memenuhinya. Kecuali semua tidak bisa mengusahakan itu. Jangan sampai pemerintah melakukan kebijakan ambigu kepada operator. Ini diterapkan merata," jelas Syafrin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon