Bebas Banjir, Kali Cipinang Justru Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Selasa, 26 November 2013 | 10:17 WIB
FS
FB
Penulis: Fana F Suparman | Editor: FMB
Luapan sampah di Kali Cipinang
Luapan sampah di Kali Cipinang (Suara Pembaruan/F-5)

Jakarta - Semenjak adanya Kanal Banjir Timur (KBT), permukiman di RW 02 dan 04 Cipinang Besar Utara (Cibesut), Jatinegara, Jakarta Timur terbebas dari banjir. Kali Cipinang yang sebelumnya mengalir di permukiman tersebut langsung disalurkan ke KBT. Namun sejak itu pula, kali yang berfungsi sebagai tadah hujan menjadi tempat pembuangan sampah warga sekitar.

Akibatnya, kali sepanjang tiga kilometer dan lebar enam hingga delapan meter ini berubah menjadi tempat pembuangan sampah. Tak hanya itu, badan kali juga dipenuhi tanaman liar. Aroma tak sedap kerap keluar dari tumpukan sampah. Nyamuk, lalat dan kecoa juga mewabah di permukiman tersebut.

Ketua RW 04 Cibesut, Junaedi (64) mengatakan, sejak ada KBT, sudah tidak ada lagi banjir yang menggenangi permukiman warga, karena Kali Cipinang langsung mengalir ke KBT. Namun, hal ini justru dimanfaatkan warga untuk membuang sampah sembarangan. Imbauan pihaknya untuk tidak membuang sampah ke kali, tak digubris warga.

"Kalau tahun 2007 wilayah kami kebanjiran dengan ketinggian 3 meter, sejak ada KBT sudah tidak ada lagi banjir, tapi sekarang kami khawatir adanya banjir sampah dan banyak warga terserang penyakit," kata Junaedi.

Junaedi menuturkan, Kali Cipinang saat ini hanya menampung air hujan dan limbah dari masyarakat sekitar. Namun, banyaknya sampah membuat kali tertutup rapat oleh sampah dan tanaman liar. Sebagian titik lainnya sudah terjadi sedimentasi.

Sebanyak 12 gerobak yang disediakan tak mampu mengangkut seluruh sampah rumah tangga yang dihasilkan 2.239 kepala keluarga atau 4.496 jiwa.

Terlebih warga membuang sampah ke Kali Cipinang dengan alasan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) terdekat berada di Pasar Induk Beras Cipinang yang berjarak lima kilometer dari permukiman.

Sementara Wakil Lurah Cibesut, Bambang, mengaku surat yang dilayangkan ke Pemkot Jakarta Timur dan Dinas Kebersihan serta Dinas PU belum juga mendapat respon positif. Akibatnya, Kali Cipinang semakin ditelantarkan.

"Kami bersama warga sebenarnya sudah kerap kerja bakti. Hanya karena peralatannya manual maka tidak maksimal," ungkap Bambang.

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kebersihan, Apul Silalahi mengaku, pihaknya sering membersihkan Kali Cipinang. Apul menjelaskan, masih menumpuknya sampah di Kali Cipinang lantaran minimnya peralatan, dan kesulitan menjangkau ke seluruh kali tersebut. Apalagi setiap sisi kali sudah dipenuhi rumah warga, sedangkan di sisi lainnya, sudah dikelilingi pagar beton milik sebuah apartemen.

"Itu kali sudah mati. Kalau masih ada airnya mengalir enak, tinggal didorong. Tapi sekarang, sulit masuk, bagaimana caranya tidak tahu. Harus ada alat berat untuk mengeruk sampah di kali itu," ujar Apul.

Pantauan di lapangan, badan Kali Cipinang ini sudah dipenuhi sampah. Sedimentasi dan tanaman liar sudah memenuhi beberapa titik. Kondisi sampah terparah di RT 01, 03, 04 dan10 RW 04. Kondisi serupa juga terjadi lingkungan RW 02. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon