Demokrat Ingatkan PDI-P Soal Boediono Pernah Jadi Menkeu Era Mega

Rabu, 4 Desember 2013 | 11:35 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Wakil Presiden Boediono mengadakan jumpa pers terkait pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, dalam kasus Bank Century Jakarta, Sabtu (23/11).
Wakil Presiden Boediono mengadakan jumpa pers terkait pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, dalam kasus Bank Century Jakarta, Sabtu (23/11). (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Jakarta - Fraksi Partai Demokrat (FPD) membela mati-matian mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang kini menjabat Wakil Presiden (Wapres), Boediono.

FPD menolak Boediono dipanggil oleh Tim Pengawas (Timwas) DPR untuk kasus dugaan korupsi dana talangan Bank Century.

"Memanggil Boediono itu sudah di luar kewenangan Timwas. Jangan dipolitisasi," kata Ketua FPD Nurhayati Ali Assegaf di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/12).

Pada bagian lain, Nurhayati mengingatkan bahwa Boediono pernah menjadi menteri keuangan (menkeu) ketika Ketua Umum PDI Perjuangan (PDI-P) menjabat Presiden RI.

"Boediono kan pernah jadi menterinya Ibu Mega. Boediono dapat kepercayaan semua parpol. Analisis keuangan beliau diakui dunia," ujarnya.

Dia meminta Boediono tidak disangkutpautkan dengan PD. "Boediono tidak berpolitik tidak berpartai. Contohnya beliau tidak maju sebagai calon presiden," imbuhnya.

Dia optimis Boediono tidak terlibat kasus Century. Namun, dia mempersilakan KPK mengusut Boediono kalau memang ada indikasi korupsi.

Dia menjelaskan, kebijakan Boediono sebagai Gubernur BI pada 2008 adalah menyelamatkan perekonomian nasional.

"Kalau kebijakan dipidanakan, bagaimana nasib 250 juta rakyat," tandas Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon