Boediono Tegaskan Tidak Hadiri Panggilan Timwas Century DPR
Rabu, 4 Desember 2013 | 14:46 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Boediono menegaskan, tidak akan memenuhi panggilan tim pengawas (Timwas) kasus Bank Century DPR karena berpotensi menganggu proses hukum yangkini tengah berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pak Boediono tidak akan hadir memenuhi panggilan timwas masalah Century DPR RI," kata juru bicara Wapres, Yopie Hidayat, dalam pesan singkatnya, Rabu (4/12).
Wapres tegas Yopie beranggapan, pemanggilan di DPR dapat mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang kini berlangsung di KPK. Meski demikian, Wapres berkomitmen membantu KPK menuntaskan masalah Century.
"Pak Boediono tidak ingin proses penegakan hukum yang sedang berlangsung terganggu oleh intervensi politik apapun," kata dia.
Menurut Wapres, lanjut Yopie, proses politik di DPR sudah selesai dengan keputusan menyerahkan masalah ini kepada penegak hukum. "Tugas Timwas, sesuai keputusan Paripurna DPR, adalah mengawasi para pengak hukum," kata dia.
Pemanggilan kepada pihak-pihak lain, apalagi yang sudah memberikan keterangan kepada KPK, adalah tindakan yang tidak sejalan dengan keputusan Paripurna DPR dan berada di luar kewenangan Timwas.
Seperti diketahui, Boediono bakal dipanggil oleh Timwas DPR terkait kasus dugaan korupsi dana talangan Bank Century, pada 18 Desember 2013. Hal itu merupakan keputusan rapat internal Timwas Century hari ini.
Bahkan pimpinan DPR menyatakan tidak perlu menggelar rapat untuk melakukan pemanggilan mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Boediono meskipun sat ini Boediono menjabat Wakil Presiden (Wapres) RI.
"Undangan (ke Boediono) akan segera dilayangkan," kata Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, siang ini.
Seperti diketahui, KPK telah melakukan pemeriksaan kepada Boediono di Istana Wapres, Sabtu (23/11).
Boediono telah mengklarifikasi soal dana Rp 6,7 triliun adalah tanggung jawab Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dan pengawas bank sebagai pihak yang menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk menyelamatkan Century.
Bahkan, Boediono merasa terhormat bisa menyelamatkan ekonomi nasional dengan memberikan FPJP kepada Century.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




