Dipo Alam Dukung Boediono Tolak Panggilan Timwas Century
Kamis, 5 Desember 2013 | 14:39 WIB
Jakarta - Sekretaris Kabinet Dipo Alam mendukung langkah Wakil Presiden (wapres) Boediono yang telah menolak memenuhi panggilan Tim pengawas (Timwas) Century pada 18 Desember mendatang.
Melalui akun Twitter-nya @dipoalam49, Seskab mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan para politikus yang tak harus dipenuhi panggilannya sebagaimana penegak hukum.
"Masalah Bank Century sudah di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pak Boed (panggilan akrab Boediono) sudah benar menolak undangan Timwas," kata Dipo Alam melalui Twitter pada Rabu (4/12) malam, yang kemudian dirilis lagi di situs resmi instansinya hari ini, Kamis (5/12).
Dia menambahkan, Timwas hanya perlu mengawasi penegak hukum dalam menindaklanjuti kasus Century dan tak perlu melakukan pemanggilan di luar hal tersebut.
Dipo menyampaikan pernyataannya itu setelah kemarin Timwas memutuskan dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Pramono Anung bahwa akan diagendakan pemanggilan terhadap Boediono yang pada saat pengucuran dana talangan bank gagal Century Rp 6,7 triliun menjabat sebagai gubernur Bank Indonesia (BI).
Boediono sendiri sudah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus tersebut yang kini disidik lembaga pemilik lex spesialis pimpinan Abraham Samad.
"Kalau memang ada panggilan, panggilannya enggak usah diladenin. Abaikan saja. Itu saya sampaikan ke seswapres untuk disampaikan ke Pak Boed," kata dia lagi.
"Timwas Century bukan Penegak Hukum, Pansus Jilid II, atau Pengadilan, karenanya tak bisa panggil-panggil orang seenaknya. Apalagi wakil presiden," kata seskab.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




