Program Jakarta Bebas Anak Jalanan Capai Target
Minggu, 6 November 2011 | 12:29 WIB
Sekitar 3.325 anak jalanan telah menerima buku tabungan dan pembinaan dengan dana yang diambil dari APBN 2011 sebesar Rp4,9 miliar
Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) yang diluncurkan oleh Departemen Sosial, secara signifikan berhasil mengurangi jumlah anak jalanan yang ada di Jakarta.
Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, hari ini di Jakarta mengatakan, target Jakarta tidak ada lagi anak jalanan pada 2011 telah tercapai dan 8.000 anak jalanan sudah menerima buku tabungan dalam Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA).
"Komitmen kita tetap bejalan, insya Allah di akhir November ini sekitar 8.000 anak jalanan menerima buku tabungan, paling lambat pertengahan Desember 2011 sudah tercapai semua," kata Menteri Sosial (Mensos) hari ini di Jakarta.
Berdasarkan data Depeartemen Sosial, jumlah anak jalanan di DKI Jakarta pada 2011 sekitar 8.000 anak. Dari jumlah tersebut, 3.325 anak telah menerima buku tabungan dan pembinaan dengan dana dari APBN 2011 sebesar Rp4,9 miliar.
Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2010 yang hanya berjumlah 1.140 anak dan tahun 2009 sebanyak 390 anak jalanan dengan batasan usia dibawah 18 tahun.
Sementar itu, untuk jumlah anak jalanan yang belum mendapat pembinaan dari dana APBN pada 2011 sekitar 4.675 anak.
Kekurangan tersebut juga telah berhasil tertangani melalui dana APBN hasil penghematan sebesar Rp 5,7 miliar untuk 3.837 anak jalanan dan dari dana APBD DKI sebesar Rp 398 juta untuk 364 anak jalanan.
Selain itu, terdapat juga dana hibah UKS sebesar Rp 385 juta untuk 214 anak dan dana CSR Medco Foundation sebesar Rp390 juta untuk 260 anak. Total dana pembinaan yang berhasil dikumpulkan untuk sekitar 8.000 anak jalanan mencapai Rp 11,9 miliar.
Dana tersebut digunakan bukan hanya untuk tabungan anak jalanan, namun juga untuk membiayai pendampingan Tim Terpadu sebanyak 200 orang yang bekerja dalam dua shift selama 24 jam setiap hari.
Pendamping terdiri dari sakti peksos sebanyak 45 orang, Tim Reaksi Cepat (TRC) 15 orang, rumah singgah 50 unit, relawan mahasiswa sebanyak 75 dan Dinsos DKI 15 orang.
"Semua bergerak untuk menyelamatkan anak-anak tidak dijalanan kembali, artinya mereka kita kembalikan kepada orang tua dan mereka kembali ke habitat mereka yaitu lembaga pendidikan," kata Mensos.
Program PKSA ini nantinya akan diikuti secara bertahap di kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya dan Semarang.
"Kita berharap sampai 2014, saat masa Kabinet Indonesia Bersatu II berakhir, Insya Allah tidak ada lagi anak-anak di jalanan," pungkas Mensos.
Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) yang diluncurkan oleh Departemen Sosial, secara signifikan berhasil mengurangi jumlah anak jalanan yang ada di Jakarta.
Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, hari ini di Jakarta mengatakan, target Jakarta tidak ada lagi anak jalanan pada 2011 telah tercapai dan 8.000 anak jalanan sudah menerima buku tabungan dalam Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA).
"Komitmen kita tetap bejalan, insya Allah di akhir November ini sekitar 8.000 anak jalanan menerima buku tabungan, paling lambat pertengahan Desember 2011 sudah tercapai semua," kata Menteri Sosial (Mensos) hari ini di Jakarta.
Berdasarkan data Depeartemen Sosial, jumlah anak jalanan di DKI Jakarta pada 2011 sekitar 8.000 anak. Dari jumlah tersebut, 3.325 anak telah menerima buku tabungan dan pembinaan dengan dana dari APBN 2011 sebesar Rp4,9 miliar.
Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2010 yang hanya berjumlah 1.140 anak dan tahun 2009 sebanyak 390 anak jalanan dengan batasan usia dibawah 18 tahun.
Sementar itu, untuk jumlah anak jalanan yang belum mendapat pembinaan dari dana APBN pada 2011 sekitar 4.675 anak.
Kekurangan tersebut juga telah berhasil tertangani melalui dana APBN hasil penghematan sebesar Rp 5,7 miliar untuk 3.837 anak jalanan dan dari dana APBD DKI sebesar Rp 398 juta untuk 364 anak jalanan.
Selain itu, terdapat juga dana hibah UKS sebesar Rp 385 juta untuk 214 anak dan dana CSR Medco Foundation sebesar Rp390 juta untuk 260 anak. Total dana pembinaan yang berhasil dikumpulkan untuk sekitar 8.000 anak jalanan mencapai Rp 11,9 miliar.
Dana tersebut digunakan bukan hanya untuk tabungan anak jalanan, namun juga untuk membiayai pendampingan Tim Terpadu sebanyak 200 orang yang bekerja dalam dua shift selama 24 jam setiap hari.
Pendamping terdiri dari sakti peksos sebanyak 45 orang, Tim Reaksi Cepat (TRC) 15 orang, rumah singgah 50 unit, relawan mahasiswa sebanyak 75 dan Dinsos DKI 15 orang.
"Semua bergerak untuk menyelamatkan anak-anak tidak dijalanan kembali, artinya mereka kita kembalikan kepada orang tua dan mereka kembali ke habitat mereka yaitu lembaga pendidikan," kata Mensos.
Program PKSA ini nantinya akan diikuti secara bertahap di kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Surabaya dan Semarang.
"Kita berharap sampai 2014, saat masa Kabinet Indonesia Bersatu II berakhir, Insya Allah tidak ada lagi anak-anak di jalanan," pungkas Mensos.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




