"Local & Green Movement" Akan Warnai Perhelatan Indonesia Fashion Week 2014

Kamis, 13 Februari 2014 | 17:19 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Konferensi pers Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, serta perwakilan dari Kementerian Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UKM di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (13/2)
Konferensi pers Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, serta perwakilan dari Kementerian Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UKM di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (13/2) (Herman/Beritasatu.com)

Jakarta - Indonesia Fashion Week (IFW) 2014 bakal digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 20-23 Februari 2014 mendatang. Dina Midiani selaku Director IFW 2014 menjelaskan, ajang tahunan yang diadakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan Radyatama ini akan mengusung konsep "Local Movement" dan "Green Movement".

Konsep yang diusung ini merupakan tindak lanjut dari cetak yang telah disepakati oleh empat kementerian terkait, yaitu: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Kementerian Perindustrian; Kementerian Perdagangan; serta Kementerian Koperasi dan UKM.

"Local Movement merupakan ajakan untuk bangga dan mencintai produk Indonesia. Guna menumbuhkan jumlah penggunaan produk lokal, sehingga dapat memacu percepatan produksi produk Indonesia, serta promosi ke luar negeri," kata Dina Midiani di Jakarta, Kamis (13/2).

Dijelaskan Dina, tema Local Movement ini juga menjadikan tren sebagai salah satu langkah menuju Indonesia sebagai pusat mode dunia di tahun 2025. "Kita hendaknya jangan hanya menjadi pengikut, tetapi juga menjadi trendsetter, sehingga bisa berkontribusi pada tren fashion dunia melalui konten lokal sebagai inspirasi," kata dia.

Sejak pertama kali digelar, tiga tahun lalu, IFW mengangkat sarung sebagai tren busana yang akan dikembangkan. Tak terkecuali tahun ini. Menurut Dina, sarung memiliki potensi yang besar untuk mencuri perhatian masyarakat internasional, tentunya dengan tampilan yang fashionable dan nyaman.

Di samping itu, rasa bangga tersebut menurut Dina juga ditujukan kepada sumber daya manusianya sebagai aset lokal. Karena itulah, IFW kembali menghadirkan Indonesia Fashion Design Competititon (IFDC) untuk melahirkan aset-aset "Local Movement" selanjutnya.

Sementara "Green Movement" dijelaskan Dina merupakan sebuah ajakan bagi para pelaku dan pecinta fashion untuk sadar dengan konsep Sustainable Fashion atau Eco-Fashion.

"Konsep Green Movement ini sudah kita mulai bersama Kementerian Perindustrian seperti standarisasi proses pewarnaan alam di Swarnafest 2013, Alor. Harapannya tentu saja bisa menghadirkan warna-warna baru yang dihasilkan oleh alam Indonesia ke dunia internasional," tuturnya.

Pada IFW 2014 nanti, Kementerian Perindustrian bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Chamber Trade of Sweden juga akan menggelar Seminar dan Workshop Sustainable Fashion dengan 30 eksibitor IFW 2014 sebagai pesertanya. Lewat kegiatan ini, Kementerian Perindustrian akan melahirkan Eco-Label, yakni sebuah standarisasi industri hijau yang diberikan kepada Industri Kecil Menengah (IKM)/merek yang telah melaksanakan proses sustainable fashion.

Ali Charisma selaku Presiden Director IFW 2014 menambahkan, penyelenggaran IFW kali ini akan melibatkan sekitar 160 desainer lokal, 3 desainer internasional dari Argentina, Maroko, dan Jepang, serta menampilkan 505 merek.

"Dilibatkannya desainer luar dalam IFW juga merupakan upaya agar desainer lokal bisa mengetahui perkembangan dunia fashion di negara lain. Dari pada kita ke luar, mengapa tidak mengundang mereka saja sebagai ajang belajar?" jelas Ali.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon