Ribuan Pengungsi Terjebak Sekarat di Kamp Yarmuk

Jumat, 28 Februari 2014 | 23:58 WIB
A
HA
FH
Penulis: AFP, Happy Amanda Amalia
Editor: FER
Ilustrasi para pengungsi Suriah.
Ilustrasi para pengungsi Suriah. (AFP)

Beirut - Deretan manusia kurus kering dan kumal memenuhi jalan-jalan, merupakan kondisi mengenaskan yang terjadi di kamp pengungsi Yarmuk, Palestina. Kamp pengungsi ini, menampung sekitar 40.000 orang yang dikatakan tengah sekarat secara perlahan, akibat bahaya kelaparan.

Lembaga bantuan PBB, diketahui baru saja merilis foto-foto "mengerikan" tentang ribuan orang dengan wajah kurus sambil berkerumum dengan wajah putus asa untuk mengantri bantuan pangan. Sedihnya, hanya segelintir saja yang beruntung mendapatkannya.

"Kami bagaikan hidup dalam sebuah penjara yang besar," ujar Rami al-Sayed, seorang aktivis Suriah yang tinggal di Yarmuk, kepada AFP melalui sambungan Internet.

"Tapi setidaknya, di dalam penjara, Anda mendapatkan makanan. Di sini, tidak ada apapun. Kami sekarat secara perlahan."

"Terkadang, banyak anak-anak yang menghentikan saya di jalan-jalan sambil memohon kami ingin makan, tolong berikan kami makanan. Tapi tentu saja, saya tidak memiliki makanan untuk diberikan kepada mereka," kata Sayed.

Setelah berbulan-bulan dilanda pertempuran sengit di dalam dan sekitar Yarmuk, populasi kamp secara drastis menyusut dari 150.000 menjadi 40.000 orang. Diantara mereka adalah 18.000 warga Palestina.

Sejak musim panas lalu, daerah tersebut sudah berada dibawah kepungan tentara, menciptakan kondisi yang tak manusiawi bagi para penghuninya.

"Kami hidup dengan mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan, tapi tumbuh-tumbuhan ini pahit. Bahkan hewan pun tidak mau memakannya," ujar Sayed.

"Situasi ini benar-benar tragis. Di jalan-jalan, semua yang Anda lihat adalah orang-orang bertubuh kurus, dengan wajah-wajah mereka yang murung. Kesedihan pun ada dimana-mana," kata Sayed.

Bahkan, Badan Bantuan PBB untuk warga Palestina (UNWRA) pun kewalahan oleh drama ini. Sejak Januari, badan ini hanya mampu melaksanakan distribusi terbatas, selang-seling dalam pendistribusian pangan di kamp.

Sejak Januari, UNRWA hanya mendistribusikan 7.500 paket makanan di Yarmuk, seraya menggambarkan hal tersebut bagaikan tetesan air di lautan dibandingkan dengan meningkatnya kebutuhan pengungsi.

Sedihnya, satu paket bantuan hanya bisa memberi makanan keluarga antara lima dan delapan orang selama 10 hari.

"Kemarin (Rabu, 26/2) hanya 1% dari orang-orang di sini yang menerima bantuan," kata Sayed.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon