Rakuten Hentikan Penjualan Daging Paus

Jumat, 4 April 2014 | 22:08 WIB
A
HA
FH
Penulis: AFP, Happy Amanda Amalia
Editor: FER
Berburu ikan paus
Berburu ikan paus (BeritaSatu/YOS/BeritaSatu/YOS)

Tokyo - Perusahaan raksasa e-commerce Jepang, Rakuten, telah meminta kepada pengecer online untuk segera menghentikan penjualan daging ikan paus. Langkah tersebut diambil, setelah pengadilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memerintahkan Jepang untuk mengakhiri perburuan paus di wilayah Antartika.

Jepang sendiri telah merespon perintah pengadilan tersebut pada pekan ini, dengan menghentikan perburuan paus untuk pertama kalinya selama lebih dari seperempat abad, demi mematuhi keputusan International Court of Justice (ICJ) PBB yang bermarkas di Den Haag, Belanda.

Australia, yang didukung oleh Selandia Baru, menyeret Jepang ke pengadilan internasional di 2010 dalam upayanya untuk menghentikan kampanye tahunan, yang menarik kecaman luas di luar Jepang.

"Kami telah keluarkan pemberitahuan kepada semua toko pada 1 April, meminta mereka untuk berhenti menjual produk-produk daging paus di akhir bulan ini," kata juru bicara Rakuten.

"Kami membuat keputusan ini..menyusul putusan ICJ dan komentar berikutnya dari pemerintah Jepang yang akan mematuhi putusan tersebut," tambahnya.

Pemberitahuan ini dikeluarkan kepada sekitar 42.000 toko online yang beroperasi di pasar digital Rakuten, kata dia, seraya menambahkan perusahaan ini tidak memiliki angka tentang berapa banyak daging paus yang telah dijual.

Tokyo mendapat kritikan luas karena menggunakan celah hukum dalam pelarangan penangkapan ikan paus pada 1986 yang membolehkan mereka untuk terus membantai mamalia laut ini, di mana seolah-olah mereka tengah mengumpulkan data ilmiah. Namun, bukanlah rahasia mengenai fakta bahwa daging paus dari perburuan-perburuan ini seringkali berakhir di meja makan.

Langkah Rakuten untuk melarang penjualan produk-produk daging paus tersebut tampaknya melebihi putusan, yang mengatakan bahwa perburuan yang dilakukan Jepang di Samudra Selatan merupakan kegiatan komersial yang tersamar sebagai ilmu pengetahuan.

Keputusan ini tidak mempengaruhi perburuan paus sebagai bagian dari program penangkapan ikan paus di pesisir Jepang atau di Pasifik utara.

Konsumsi masyarakat terhadap daging paus di Jepang pun berlangsung terus-menerus dan merosot secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan ada sedikit dukungan terhadap penangkapan ikan paus itu sendiri.

Tapi kampanye anti-penangkapan ikan paus yang agresif ini menimbulkan sentiment keras di kalangan masyarakat Jepang, yang melihat masalah ini sebagai sebuah serangan terhadap nilai-nilai budaya yang berbeda.

Keputusan Rakuten ini datang beberapa minggu setelah Badan Penyelidikan Lingkungan (EIA) menerbitkan laporan kritis yang mengatakan bahwa e-tailer merupakan pasar digital online terbesar di dunia untuk daging paus dan gading gajah, dan mengatakan periklanannya mirip dengan pemburu gelap yang dipersenjatai.

Rakuten pada Jumat mengatakan bahwa tidak ada perubahan untuk penjualan gading secara online, yang terbatas untuk para pembeli domestik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon