Peresmian Waduk Rawa Kendal Diwarnai Aksi Protes

Rabu, 9 April 2014 | 00:51 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP
Gubernur DKI Jakarta, Jokowi naik eskavator dalam rangka peresmikan Waduk Rawa Kendal (8/4).
Gubernur DKI Jakarta, Jokowi naik eskavator dalam rangka peresmikan Waduk Rawa Kendal (8/4). (BeritaSatu Photo/Carlos)

Jakarta - Kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang hendak meresmikan waduk Rawa Kendal di Rorotan, Jakarta Utara mendapat protes dari warga penggarap lahan yang selama ini menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

Lokasi pembuatan waduk tersebut memang pada awalnya adalah sawah yang digarap oleh warga sekitar dengan izin dari PT Nusa Kirana selaku pemilik lahan.

"Lahan memang bukan lahan kami, tapi kami sudah puluhan tahun menggarap tanah Nusa Kirana ini, dan kami juga memenuhi kewajiban kepada pemilik lahan dengan sistem bagi hasil. Sekarang lahan garapan kami sudah diubah menjadi waduk, kami bingung mau kerja apa," ujar Harahap Sihabudin (53) warga kampung Bendungan Armain RT1/RW8 kepada SP Selasa (8/4) siang.

Harahap mengatakan bahwa ia sudah menggarap tanah tersebut sejak tahun 1982 saat PT Nusa Kirana membeli lahan tersebut.

Harahab meminta perhatian pemerintah dalam bentuk uang kerohiman agar mereka bisa melanjutkan hidup untuk memiliki usaha lain. Harahap menjelaskan lokasi yang dikerjakan digarap oleh 10 warga dengan jenis tanaman padi. Dari satu hektar lahan, bisa menghasilkan 1 sampai 8 ton padi.

"Kami tadinya sudah siap untuk panen saat lusa kemarin, tapi tiba-tiba disuruh berhenti sama pemilik lahan," kata Harahap.

Menanggapi tuntutan warga tersebut, Wali Kota Jakarta Utara Heru Budi Hartono langsung mengajak para penggarap lahan untuk berembuk. "Nanti semua penggarap akan saya fasilitasi permintaannya, nanti kita bicarakan bersama mengenai tuntutan mereka," ujar Heru kepada SP.

Heru menjelaskan warga di sekitar waduk Rorotan nantinya bisa berpartisipasi dalam mengelola usaha mikro yang rencananya akan dibuat usaha rakyat seperti rumah hidroponik di rusun Marunda.

"Ya bentuknya bisa seperti ternak ikan dan sejenisnya, yang penting warga disini masih bisa kita berdayakan," jelas Heru.

Heru juga sempat berdialog dengan pemilik perusahaan pembuat alat berat dari Jepang yang ikut menghadiri acara peresmian pengerjaan waduk tersebut.

Dalam dialog tersebut Heru mengatakan bahwa dirinya juga sedang memesan alat berat untuk membersihkan eceng gondok. "Nantinya alat berat itu untuk menormalisasi waduk di Pluit dan kawasan lainnya yang rentan dengan tanaman eceng gondok," kata Heru.

waduk Rawa Kendal memiliki total luas 50 hektar. Namun baru dipakai seluas 21,5 hektar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon