Kumpulkan Kepala Staf dan Pangdam, Moeldoko Tegaskan TNI Netral di Pilpres
Jumat, 13 Juni 2014 | 11:27 WIBJakarta - Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan, posisi TNI dalam pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) bersikap netral.
Moeldoko mengumpulkan para kepala staf dan Panglima Kodam (Pangdam) untuk mengevaluasi situasi menjelang Pilpres 9 Juli mendatang. Dia juga telah mengintruksikan kepada Pangdam dan jajarannya untuk menata dan membantu pengamanan pilpres mendatang.
"Kesatuan komando hanya satu yakni ada di Panglima TNI. TNI tetap solid dan kalau terjadi sesuatu hanya ada satu yakni komando," kata Moeldoko dalam konfrensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/6) siang.
Moeldoko mengatakan, TNI akan bekerja keras untuk menjaga netralitas TNI. "Masyarakat tak perlu ragu. Sermua prajurit pada posisi siap untuk membantu polisi mengamankan pemilu," katanya.
Moeldoko mengatakan, peristiwa yang berkaitan dengan kasus Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI sudah final, dan tidak perlu diperpanjang lagi. Dia menegaskan, tidak ada Babinsa yang melanggar netralitas.
"Ada isu di Sumedang, semuanya omong kosong. Saya tidak suka dengan vonis yang dituduhkan ke Babinsa. Kalau tidak saya kerasin isu akan bertambah," katanya.
Panglima juga memerintahkan, kepada Babinsa dan Koramil tetap melaksanakan tugas teritorial dengan baik. Namun, bila ada prajurit tidak melakukan tugasnya sesuai aturan, panglima akan menjatuhkan tindakan tegas.
"Makanya saya undang semua perwira tinggi untuk memberikan rasa aman kepada rakyat Indonesia. Pesta demokrasi harus berjalan gembira," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




