Cegah Penyebaran HIV, 12 Anak Punk Terjaring Razia
Kamis, 26 Juni 2014 | 11:37 WIB
Jakarta - Sebanyak 12 anak jalanan yang biasa ngamen di angkutan kota (angkot) terjaring razia yang digelar petugas gabungan dari unsur Kecamatan Kramat Jati, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta Timur, TNI, Polri dan Puskesmas, pada Rabu (25/6).
Belasan anak berpakaian ala punk yang kerap mangkal di sekitar Pusat Grosir Cililitan (PGC), Hek, dan kawasan Garuda, Jakarta Timur itu langsung dites urine untuk memastikan para anak jalanan tersebut tidak menyalahgunakan narkoba. Mereka juga diambil sampel darahnya untuk mengetahui penyakit HIV dan sipilis.
Camat Kramatjati, Dian Purfanto mengatakan, pihaknya sudah menggelar tiga kali razia serupa sejak bulan Mei lalu. Langkah ini dilakukan karena banyak masyarakat, terutama pengguna angkot yang mengeluhkan sering diminta secara paksa oleh para pengamen. Selain itu, Dian mengungkapkan, razia ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penyebaran virus HIV di kalangan anak jalanan.
"Ini razia yang ketiga kalinya. Sebelumnya ada tiga anak yang tertangkap dan dites darahnya ternyata terkena HIV. Bahkan satu di antaranya sudah meninggal dunia," ujar Dian.
Posma Ida Manalu, salah seorang Konsuler HIV Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, mengatakan, pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetajui tingkat penyebaran virus HIV. Terlebih sebelumnya ada tiga anak berinisial Y (29), D (30), dan A (31) yang positif terkena HIV. Mereka terjangkit HIV melalui jarum suntik.
"Saat ini D dan A masih berkeliaran di jalan. Aktivitasnya mengamen di sekitar PGC sampai Hek. Karena HIV penyakit menular, tidak menutup kemungkinan D dan A ini menularkan pada anak-anak punk lainnya. Makanya kami tes darah lagi pada mereka," jelas Posma.
Dalam razia kali ini, petugas yang mengenakan pakaian preman dan kendaraan pribadi, menyebar di titik, yakni PGC, Hek, dan kawasan Garuda dan menyisir Jalan Raya Bogor, Jalan Raya Dewi Sartika, Jalan Raya Letjen Sutoyo dan Jalan Raya Pondok Gede.
Belasan anak jalanan yang terjaring razia kemudian didata dan handphone mereka disita agar tak berkomunikasi dengan rekan-rekannya. Mereka nantinya dikirim ke panti sosial di Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




