Depresi, Dua Oknum Guru JIS Batal Jalani Tes Kebohongan
Kamis, 17 Juli 2014 | 17:13 WIB
Jakarta - Dua tersangka oknum guru Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman dan Ferdinan Tjiong, batal menjalani tes kebohongan menggunakan alat lie detector, lantaran masih mengalami depresi. Kedua tersangka dijadwalkan menjalani tes itu di Mabes Polri, hari ini. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah keterangan keduanya benar atau tidak. Sebab, selama pemeriksaan, mereka selalu membantah tindakan yang ditudingkan.
"Rencananya, dua tersangka akan menjalani tes menggunakan lie detector, hari ini," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/7).
Namun, kata Rikwanto, pemeriksaan itu batal dilakukan karena kedua tersangka masih depresi. "Tidak jadi dilakukan. Pengacara bilang, kliennya masih depresi. Jadi akan dijadwal ulang," ungkapnya.
Sementara itu, pihak Jakarta International School, melalui rilis yang diterima wartawan, mengklaim kuasa hukum kedua tersangka tidak mendapat kabar mengenai kliennya akan menjalani tes kebohongan, hari ini.
Karena kuasa hukum tidak hadir dan diduga tidak adanya tenaga ahli yang independen untuk menjadi saksi, kedua tersangka menolak untuk menjalani tes kebohongan itu.
Diketahui, Neil dan Ferdinan sempat terlihat memasuki ruang penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya, menggunakan baju tahanan berwarna oranye dengan kedua tangan diborgol, sebelum dibawa ke Mabes Polri, siang tadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




