Relawan Jokowi-JK Apresiasi Ledakan Partisipasi Rakyat

Rabu, 23 Juli 2014 | 11:46 WIB
RW
FB
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FMB
Sejumlah relawan Jokowi-JK berdoa bersama dan menyalakan lilin di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (11/7).
Sejumlah relawan Jokowi-JK berdoa bersama dan menyalakan lilin di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (11/7). (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta - Koordinator Sukarelawan Indonesia untuk Perubahan (SIPerubahan) Dimas Oky Nugroho menyebut kemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2014 adalah kepercayaan dan mandat yang diberikan rakyat dan harus dilaksanakan secara amanah.

SIPerubahan juga mengapresiasi atas munculnya ledakan partisipasi politik yang luar biasa dari rakyat Indonesia yang mengidentifikasikan diri sebagai relawan.

"Kami juga memberikan penghargaan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berhasil menjalankan tugas penyelenggaraan Pilpres secara demokratis, jujur dan transparan. Serta berhasil menyelesaikan rekapitulasi suara sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Kami juga menghormati komitmen, dedikasi dan integritas para komisioner KPU dari nasional sampai daerah yang telah menjaga pelaksanaan Pilpres kali ini berlangsung baik meskipun di tengah-tengah tajamnya persaingan antara dua kubu capres," kata Dimas dalam siaran pers yang diterima SP, Rabu (23/7).

Menurutnya, partisipasi politik yang tinggi ini tidak hanya berlangsung dari Sabang sampai Merauke. Fenomena tersebut juga terjadi di komunitas-komunitas masyarakat Indonesia di luar negeri yang selama ini apatis terhadap proses politik. Kehadiran pasangan Jokowi dan JK mampu menggerakkan semangat dan hasrat politik dari rakyat.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Airlangga Pribadi menjelaskan, dukungan para relawan merupakan modal politik yang dimiliki Jokowi-JK dan harus dikelola semangat dan harapannya dalam sebuah pemerintahan yang aspiratif, transparan dan akuntabel. Dia menyerukan agar dinamika politik demokratik ini tidak diganggu oleh intervensi kekuatan politik oligarki yang dapat membelokkan atau menghambat proses politik yang sehat ini.

Dia menyayangkan sikap Capres nomor satu Prabowo Subianto yang mundur dari proses Pilpres. Menurutnya, keberhasilan proses demokrasi tidak hanya ditentukan oleh pihak pemenang saja, tapi yang juga penting adalah sikap dari pihak-pihak yang belum berhasil memenangkan sebuah pemilu.

"Kesediaan untuk menerima hasil dari sebuah kontestasi politik merupakan sebuah kebesaran jiwa dan kelapangan hati yang harus dimiliki oleh seorang negarawan. Ketidakberhasilan memenangkan sebuah kompetisi politik dalam pilpres bukanlah akhir dari pengabdian politik bagi bangsa Indonesia. Peran-peran politik strategis seperti sebagai oposisi yang loyal terhadap sistem demokrasi adalah sebuah peran dan kontribusi yang juga mulia dalam rangka membangun bangsa dan negara," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon