Setelah Dilantik Jadi Presiden, Jokowi Akan Langsung "Tancap Gas"

Senin, 4 Agustus 2014 | 18:46 WIB
HS
FB
Penulis: Hotman Siregar | Editor: FMB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono, menyambut Gubernur sekaligus Presiden Terpilih Joko Widodo beserta Istri, Nyonya Iriana di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/7).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono, menyambut Gubernur sekaligus Presiden Terpilih Joko Widodo beserta Istri, Nyonya Iriana di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/7). (Beritasatu Photo/David Gita Roza)

Jakarta - Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) begitu dilantik pada 20 Oktober 2014 akan langsung bekerja cepat atau tancap gas untuk merealisasikan janjinya pada kampanye pilpres lalu. Sebagai langkah awal, Jokowi telah mempersiapkan dan membentuk tim transisi pemerintahan.

Tim transisi diketuai oleh Rini M Soemarno serta dibantu empat deputi. Deputi itu adalah Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Rektor Universitas Paramadina Jakarta Anies Baswedan, Ketua Media Center Tim Nasional Kampanya Jokowi-JK Andi Wijayanto dan tim sukses Jokowi-JK dari Partai Nasdem Akbar Faisal.

Menurut Akbar Faisal, tugas mereka adalah mempersiapkan segala sesuatu yang diinginkan Jokowi dalam pemerintahan lima tahun ke depan. Tim ini mulai bekerja sejak Senin (4/8) hingga Jokowi-JK dilantik secara resmi pada 20 Oktober mendatang.

"Nanti masing-masing deputi akan mengkordinir beberapa kelompok kerja (pokja). Kami akan bekerja untuk mempersiapkan realisasi janji Jokowi-JK pada kampanye lalu," ujar Akbar Faisal kepada SP di Jakarta, Senin (4/8).

APBN 2015 mendatang akan menjadi fokus dalam pembahasan tim. Bahkan, salah satu pokja telah disiapkan untuk fokus mengkaji RAPBN 2015.

"RAPBN 2015 menjadi salah satu fokus tim transisi. Kami akan berkomunikasi dengan tim Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membahas APBN 2015 sebelum disampaikan di paripurna DPR pada 16 Agustus mendatang," katanya.

Akbar juga membantah akan mengintervensi RAPBN yang telah disiapkan oleh Pemerintahan SBY. Pada prinsipnya, kata dia, tim transisi tidak mencampuri kebijakan RAPBN Presiden SBY.

"Tim transisi tidak akan mencampuri kebijakan RAPBN pemerintahan sekarang. Kami juga tidak pernah membicarakan maupun mengintervensi atau semacamnya untuk tidak mengambil kebijakan strategis," jelasnya.

Hasto Kristiyanto menambahkan, tim akan bekerja fokus dalam waktu 2 bulan ke depan. Selain APBN, implementasi Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat juga menjadi perhatian penting pemerintahan Jokowi-JK yang harus dilaksanakan tahun depan.

Terkait dengan penentuan calon menteri, Hasto menegaskan, pemilihan menteri merupakan hak prerogatif Presiden. Tim transisi hanya memberikan rekomendasi calon menteri yang layak dan mampu mengeksekusi program-program yang dicanangkan Jokowi-JK.

"Kami mempersiapkan apa yang menjadi kebutuhan pemerintahan yang akan datang. Prinsipnya kami hanya memberikan rekomendasi dan keputusan ada di tangan Presiden," katanya.

Sementara Jokowi memperkenalkan ketua dan deputi tim transisi di Rumah Transisi di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/8) siang. Jokowi mempercayakan ketua tim transisi kepada Mantan Menteri Perindustrian era Megawati Soekarno Putri Rini M Soemarno.

"Kantor ini dipimpin oleh kepala staf di sebelah saya, Ibu Rini Soemarno. Dibantu empat deputi yaitu Hasto, Anies, Akbar dan Andi," jelas Jokowi di Rumah Transisi di Jalan Situbondo Nomor 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/8).

Jokowi mengatakan, tujuan pembentukan rumah transisi ini untuk mempersiapkan transisi pemerintahan dari Presiden SBY ke dirinya. Setelah dilantik jadi presiden tim transisi sudah menyiapkan konsep menjalankan pemerintahan.

Tugas lain dari tim itu, sambung Jokowi, mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kesiapan kelembagaan di bawah presiden dan wakil presiden. Juga mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan implementasi visi dan misi yang tertuang dalam Sembilan Program Nyata Jokowi-JK yang disampaikan saat kampanye lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon