Jokowi-JK Diminta Berikan Kesempatan Kepada Kepala Daerah
Selasa, 23 September 2014 | 17:56 WIB
Jakarta - Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman Indonesia), Fadjroel Rachman meminta presiden terpilih Joko Widodo untuk memberi ruang yang lebih besar kepada tokoh-tokoh daerah masuk dalam kabinet. Tentu saja, dengan syarat memiliki prestasi, kompetensi, berintegritas, tidak korupsi dan tidak terlibat pelanggaran HAM.
"Sebenarnya standarnya sangat umum dan bisa diperhitungkan. Sebagai contoh, Pak Jokowi itu berasal dari kota yang sangat kecil, namun dia mampu mengalahkan tokoh-tokoh nasional. Sekarang fenomena seperti sosok Jokowi dan Ahok ini juga mulai bermunculan dari daerah," kata Fadjroel kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (23/9).
Sejumlah tokoh daerah seperti Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Tri Risma Harini (Walikota Surabaya), Sultan Khairul Saleh (Bupati Banjar), Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng), dan beberapa nama lain adalah sebagian contoh tokoh yang memiliki kompetensi dan dinilai patut dipertimbangkan untuk masuk dalam kabinet mendatang.
Saat ini, kata Fadjroel, untuk menjadi tokoh nasional tidak tergantung asal daerah lagi, tidak seperti dulu yang mungkin ditentukan oleh faktor kedekatan, kolega politik atau kolega ekonomi. Kini, faktor seperti demikian sudah mulai berkurang.
"Kalau dulu mungkin lebih mudah lewat partai atau kolega," ungkapnya.
Hal lain adalah rekam jejak yang memang meliputi prestasi, kompetensi dan integritas. Menurut dia, sang tokoh daerah memang harus berprestasi, kemudian memperoleh dukungan sosial dan media.
"Orang-orang baik ini memang harus mengkampanyekan diri, semuanya harus dicatat. Kalau tidak dicatat, ya susah juga. Jadi mereka harus mendapat dukungan dari daerahnya, media lokal maupun media nasional. Itu yang namanya dukungan sosial," kata Fadjroel.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




