Niat Mundur RD Sempat Bolak-balik Muncul
Kamis, 15 Desember 2011 | 17:56 WIB
Mengaku sempat beberapa kali menimbang untuk mundur, RD yang sementara ini memilih kembali ke barak, belum ada menerima panggilan dari PSSI.
Rahmad Darmawan mengakui bahwa keinginannya untuk mundur sebagai pelatih timnas U-23, sebenarnya sudah terlintas setelah timnas kalah dari Malaysia, di final SEA Games XXVI lalu. Hal itu dikatakannya dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta, Kamis (15/12).
Namun menurut RD, sapaan akrab Rahmad, kepercayaan dirinya timbul lagi untuk tetap melatih, ketika melihat kenyataan tidak adanya hujatan dari masyarakat atas kegagalan timnas saat itu. "Ini membuat saya kembali bersemangat," ujarnya.
Hanya saja, lanjut RD, kepercayaan dirinya kembali sedikit meredup, pada saat kontingen Indonesia diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di malam penghargaan di Istana Negara.
"Saat itu, Presiden memberikan penghargaan kepada atlet-atlet peraih emas, dan respon (terhadap) yang lain biasa saja. Sementara, cabang saya yang publikasinya besar, gagal memenuhi target. Ada semacam rasa bersalah di diri saya," ujar RD.
Tekad RD lantas semakin bulat untuk mundur, saat mempersiapkan tim seleksi Indonesia melawan LA Galaxy. PSSI yang sebelumnya memberikan wewenang penuh kepada Rahmad untuk merekrut pemain, belakangan mengubah keputusan agar ia hanya memanggil pemain yang tidak bermain di ISL.
"Tidak ada hal yang bisa membuat saya merasa nyaman. Jadi, saya putuskan untuk keluar," tegas RD yang sebenarnya masih terikat kontrak hingga 13 Januari mendatang.
Rahmad melanjutkan, sejauh ini belum ada pemanggilan dari PSSI terkait keputusannya (mundur) itu. Sementara, lebih jauh, ia menilai dualisme kompetisi yang terjadi di tubuh PSSI (saat ini) merupakan sesuatu yang merugikan sepakbola nasional.
"Harus ada perbaikan sepakbola ke depannya, tanpa harus menyakiti satu sama lain," tandas mantan pelatih Persija, yang sementara ini memilih untuk kembali ke barak tersebut.
Rahmad Darmawan mengakui bahwa keinginannya untuk mundur sebagai pelatih timnas U-23, sebenarnya sudah terlintas setelah timnas kalah dari Malaysia, di final SEA Games XXVI lalu. Hal itu dikatakannya dalam jumpa pers di Senayan, Jakarta, Kamis (15/12).
Namun menurut RD, sapaan akrab Rahmad, kepercayaan dirinya timbul lagi untuk tetap melatih, ketika melihat kenyataan tidak adanya hujatan dari masyarakat atas kegagalan timnas saat itu. "Ini membuat saya kembali bersemangat," ujarnya.
Hanya saja, lanjut RD, kepercayaan dirinya kembali sedikit meredup, pada saat kontingen Indonesia diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di malam penghargaan di Istana Negara.
"Saat itu, Presiden memberikan penghargaan kepada atlet-atlet peraih emas, dan respon (terhadap) yang lain biasa saja. Sementara, cabang saya yang publikasinya besar, gagal memenuhi target. Ada semacam rasa bersalah di diri saya," ujar RD.
Tekad RD lantas semakin bulat untuk mundur, saat mempersiapkan tim seleksi Indonesia melawan LA Galaxy. PSSI yang sebelumnya memberikan wewenang penuh kepada Rahmad untuk merekrut pemain, belakangan mengubah keputusan agar ia hanya memanggil pemain yang tidak bermain di ISL.
"Tidak ada hal yang bisa membuat saya merasa nyaman. Jadi, saya putuskan untuk keluar," tegas RD yang sebenarnya masih terikat kontrak hingga 13 Januari mendatang.
Rahmad melanjutkan, sejauh ini belum ada pemanggilan dari PSSI terkait keputusannya (mundur) itu. Sementara, lebih jauh, ia menilai dualisme kompetisi yang terjadi di tubuh PSSI (saat ini) merupakan sesuatu yang merugikan sepakbola nasional.
"Harus ada perbaikan sepakbola ke depannya, tanpa harus menyakiti satu sama lain," tandas mantan pelatih Persija, yang sementara ini memilih untuk kembali ke barak tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




