Soal Calon Jaksa Agung, Jampidsus: Jangan Berandai-andai

Jumat, 7 November 2014 | 13:37 WIB
ES
B
Penulis: Erwin C Sihombing | Editor: B1
Ilustrasi Kepala PPATK Muhammad Yusuf  (kiri) dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Widyo Pramono
Ilustrasi Kepala PPATK Muhammad Yusuf (kiri) dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Widyo Pramono (Istimewa)

Jakarta - Kendati tidak memberi penegasan secara eksplisit, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R Widyo Pramono mengaku tidak pernah dipanggil ke Istana Merdeka oleh Presiden Jokowi terkait seleksi calon jaksa agung.

"Saya hanya bekerja siang dan malam," kata Widyo ketika ditanyai apakah mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng itu sudah dipanggil Jokowi, di Jakarta, Jumat (7/11).

Ketika ditanyai lagi, dirinya juga tidak mau memberi penegasan. Widyo hanya mengulang jawabannya.

"Jangan berandai-andai. Saya akan terus bekerja. Itu jawaban saya," katanya.

Sedangkan Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto siang tadi dikabarkan dipanggil ke Istana Merdeka, namun tidak diketahui pemanggilan tersebut dalam rangka apa.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edy Purdijatno ketika dikonfirmasi mengatakan, hari ini Presiden Jokowi tidak mengagendakan pengumuman jaksa agung pada Kabinet Kerja 2014-2019.

Dirinya tidak menjawab sewaktu ditanyai kapan jaksa agung diumumkan.

"Hari ini hanya ada penganugerahan gelar pahlawan nasional," kata Tedjo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon