LBH Makassar Sayangkan Korban Meninggal di Demo BBM

Sabtu, 29 November 2014 | 06:22 WIB
FQ
B
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: B1
Pengunjukrasa menyerang polisi dengan menggunakan busur ketapel saat terjadi bentrok antara pengunjukrasa dan polisi di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/11).
Pengunjukrasa menyerang polisi dengan menggunakan busur ketapel saat terjadi bentrok antara pengunjukrasa dan polisi di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/11). (Antara/Yusran Uccang)

Jakarta - Jatuhnya korban meninggal dunia dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di depan Universitas Muslim Indonesia di kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (27/11) disayangkan oleh LBH Makassar.

Kepolisian Republik Indonesia membantah terlibat dalam insiden tersebut, namun pegiat hukum meminta agar dilakukan penyelidikan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

"Yang meninggal itu adalah preman, biasanya bertindak sebagai 'pak ogah' yang ngatur lalu lintas. Otopsi menunjukkan ada luka di kepala dan di badannya akibat yang bersangkutan bersama demo mahasiswa ketika dibubarkan Polda Sulawesi Selatan dan Polwiltabes Makassar," kata juru bicara Polri Irjen Ronny Sompie, kepada BBC Indonesia.

"Ia terjatuh dan terlindas masa yang lain, bukan karena terlindas mobil rantis (kendaraan taktis) polisi."

Korban yang meninggal dunia bernama Ari berusia 17 tahun.

Koordinator Lembaga Bantuan Hukum Makassar, Abdul Azis, menegaskan bahwa seharusnya aksi unjuk rasa tidak perlu sampai menyebabkan jatuhnya korban jiwa.

Ia menambahkan bantahan polisi atas keterlibatan dalam peristiwa itu berlebihan.

"Saya kira itu bantahan yang berlebihan karena beberapa kejadian di Makasar sejak aksi unjuk rasa diduga ada skenario yang mencoba membenturkan warga dengan mahasiswa, itu sudah modus standar di Makassar," kata Abdul Azis.

"Kita sangat menyayangkan dan mendesak aparat kepolisian, untuk mengusut aparatnya yang diduga terlibat," tambahnya.

LBH berharap pihak keamanan kelak mengedepankan tindakan persuasif agar tidak ada lagi korban jiwa, terutama dari kalangan warga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon