Munas Golkar

Berikan Dukungan, DPD Dapatkan Rp 50 Juta - Rp 100 Juta

Senin, 1 Desember 2014 | 00:08 WIB
YS
YD
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: YUD
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono (tengah) didampingi Priyo Budi Santoso (kiri) dan Muladi (kanan) membuka skors rapat pleno Partai Golkar di DPP Golkar, Jakarta, Selasa (25/11).
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono (tengah) didampingi Priyo Budi Santoso (kiri) dan Muladi (kanan) membuka skors rapat pleno Partai Golkar di DPP Golkar, Jakarta, Selasa (25/11). (Antara/Puspa Perwitasari)

Jakarta - Ketua Presidium Penyelamat Partai Golkar Agung Laksono mengaku mengetahui kabar adanya politik transaksional untuk pemenangan Aburizal Bakrie (ARB) sebagai Ketua Umum Golkar saat Munas Bali.

Agung membeberkan, imbalan yang didapat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dicairkan bagi yang bersedia menandatangani kontrak dukungan ARB‎.

"Yang teken ada imbalan antara Rp 50 juta sampai‎ Rp 100 juta," kata Agung, Minggu (30/11).

Menurutnya, politik transaksional ini dijalankan secara sistematis kepada DPD Golkar. Strategi tersebut diiringi sanksi pemecatan terhadap pengurus DPD yang tidak bersedia mendukung ARB.

Dikatakan, ada dua substansi surat pernyataan yang harus‎ ditandatangani DPD. Pertama, untuk mendukung ARB dan kedua mencabut dukungan kepada calon ketua umum lainnya.‎

Atas strategi itu, maka diyakini dukungan satu-satunya dipastikan hanya untuk ARB. Dengan demikian, penentuan Ketum Golkar akan dilakukan secara aklamasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon