Warga Jakarta Diimbau Antisipasi Penyakit Selama Banjir

Selasa, 6 Januari 2015 | 19:56 WIB
H
IC
Penulis: Herman | Editor: CAH
Warga berjalan menembus banjir yang merendam rumah warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (27/12).
Warga berjalan menembus banjir yang merendam rumah warga di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (27/12). (Antara/Andika Wahyu)

Jakarta -  Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi beberapa penyakit yang sering muncul akibat banjit, antara lain diare, demam berdarah dengue (DBD), leptospirosis, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hingga penyakit kulit.

"Kondisi udara yang lembab bisa menurunkan daya tahan tubuh kita, sehingga jadi gampang sakit. Makanya sebelum banjir itu datang, kita harus bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Karena banyak juga banjir yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor dan adanya sumbatan sampah di saluran air," kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta, Maria Margaretha, Selasa (6/1).

Agar pelayan kesehatan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta selama banjir bisa berjalan optimal, Dinkes Jakarta juga mengharap adanya kerjasama dari masyarakat untuk bersedia dipindahkan ke tempat pengungsian. Karena dari pengalaman banjir di tahun-tahun sebelumnya, masih banyak masyarakat yang enggan pindah ke tempat pengungsian, walau pun ketinggian banjir sudah mencapai dua meter.

"Kendala penanganan banjir itu karena ada beberapa daerah yang sulit dicapai. Kalau masyarakat mau mengungsi sebelum banjirnya tinggi, sebetulnya itu tidak akan jadi masalah. Tapi kondisinya masih ada masyarakat yang memilih tetap bertahan di tempatnya, itu yang biasanya sering kena ISPA. Seperti di Kampung Pulo, kalau banjirnya belum sampai lantai dua, ada warga yang tetap tidak mau mengungsi," jelas Kepala Seksi Gadar dan Bencana Dinkes Jakarta, Indra Setiawan.

Dalam mengantisipasi banjir tahun ini, Dinkes Jakarta menurutnya juga telah melakukan langkah-langkah persiapan, seperti penguatan puskesmas sebagai operator di lapangan yang akan memberikan layanan kesehatan kepada korban banjir.

"Saat ini kita sudah berkoordinasi dengan puskesmas sebagai operator di lapangan. Menyiapkan kebutuhan obat-obatan dan juga sumber daya kesehatannya juga sudah dilakukan. Kalau masih kekurangan tenaga, kita nanti tinggal berkoordinasi dengan organisasi profesi," tambah Indra.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon