Penculik Warga Australia di Filipina Minta Tebusan
Minggu, 1 Januari 2012 | 19:35 WIB
Setelah mengirimkan bukti warga negara Australia yang diculik masih hidup, para penculik yang diduga adalah militan Muslim Filipina, meminta tebusan.
Para penculik mengirimkan 4 foto dari warga negara Australia yang mereka culik, Warren Richard Rodwell kepada istrinya yang merupakan orang Filipina sebelum hari Natal.
Dalam foto-foto tersebut terlihat Rodwell dalam keadaan terluka di bagian lengan, namun masih hidup, kata Pengawas Kepolisian Senior, Ruben Cariaga.
Mereka kemudian menghubungi pihak keluarga Rodwell, meminta dikirimkan uang tebusan senilai 23 ribu dollar, atau sekitar 1 juta peso.
Pada tanggal 5 Desember 2011, Rodwell yang adalah dosen universitas di Shanghai ditodong oleh sekitar 6 lelaki di provinsi Zamboanga Sibugay, kota Ipil.
Ini merupakan penculikan warga negara asing terkini yang terjadi di Filipina. Sudah cukup sering terjadi penculikan dan permintaan tebusan di negara ini. Pelaku-pelaku penculikan di selatan negara ini sering dikaitkan dengan grup Abu Sayyaf, yang dikabarkan berhubungan dengan Al Qaida.
Hingga kini memang belum ada grup yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan Rodwell, namun pihak berwenang mencurigai Abu Sayyaf yang berbahaya adalah dalang di balik hal ini.
Pasukan pemerintah dan polisi sudah mencoba mencari kelompok penculik ini di lokasi-lokasi yang sering mereka jadikan tempat penyembunyian Abu Sayyaf. Bahkan Perdana Menteri Julia Gillard dari Australia sudah memerintahkan pembentukan sebuah pasukan bersenjata untuk menginvestigasi penculikan ini.
Kepolisian Filipinajuga mencoba bekerja sama dengan kelompok pemberontak Muslim terbesar di Filipina, Front Liberal Islam Moro untuk pembebasan Rodwell. Kelompok Liberal Moro ini menandatangani persetujuan dengan kepolisian dan diberikan kewenangan menangkap ekstremis Muslim dan pelanggar peraturan yang berada di sekitar wilayah mereka.
Para penculik mengirimkan 4 foto dari warga negara Australia yang mereka culik, Warren Richard Rodwell kepada istrinya yang merupakan orang Filipina sebelum hari Natal.
Dalam foto-foto tersebut terlihat Rodwell dalam keadaan terluka di bagian lengan, namun masih hidup, kata Pengawas Kepolisian Senior, Ruben Cariaga.
Mereka kemudian menghubungi pihak keluarga Rodwell, meminta dikirimkan uang tebusan senilai 23 ribu dollar, atau sekitar 1 juta peso.
Pada tanggal 5 Desember 2011, Rodwell yang adalah dosen universitas di Shanghai ditodong oleh sekitar 6 lelaki di provinsi Zamboanga Sibugay, kota Ipil.
Ini merupakan penculikan warga negara asing terkini yang terjadi di Filipina. Sudah cukup sering terjadi penculikan dan permintaan tebusan di negara ini. Pelaku-pelaku penculikan di selatan negara ini sering dikaitkan dengan grup Abu Sayyaf, yang dikabarkan berhubungan dengan Al Qaida.
Hingga kini memang belum ada grup yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan Rodwell, namun pihak berwenang mencurigai Abu Sayyaf yang berbahaya adalah dalang di balik hal ini.
Pasukan pemerintah dan polisi sudah mencoba mencari kelompok penculik ini di lokasi-lokasi yang sering mereka jadikan tempat penyembunyian Abu Sayyaf. Bahkan Perdana Menteri Julia Gillard dari Australia sudah memerintahkan pembentukan sebuah pasukan bersenjata untuk menginvestigasi penculikan ini.
Kepolisian Filipinajuga mencoba bekerja sama dengan kelompok pemberontak Muslim terbesar di Filipina, Front Liberal Islam Moro untuk pembebasan Rodwell. Kelompok Liberal Moro ini menandatangani persetujuan dengan kepolisian dan diberikan kewenangan menangkap ekstremis Muslim dan pelanggar peraturan yang berada di sekitar wilayah mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




