Menteri PMK: Revolusi Mental Harus Merasuk ke Generasi Muda

Senin, 23 Februari 2015 | 19:34 WIB
PO
B
Penulis: PR/Asni Ovier | Editor: B1
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani (Antara/Andika Wahyu)

Jakarta - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani terus menyebarkan gagasan dan semangat revolusi mental ke masyarakat, terutama generasi muda yang akan memimpin Indonesia pada masa mendatang. Agar Indonesia lebih baik, revolusi mental harus merasuk ke generasi muda.

"Tidak mungkin Indonesia memiliki masa depan kalau tidak bergotong royong membangun bangsa," kata Puan saat menjadi pembicara kunci dalam kuliah umum bertajuk "Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berbudaya dan Berwawasan Internasional" di kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Jakarta, Senin (23/2).

Dalam acara itu, Puan memberikan semangat dan motivasi kepada peserta yang kebanyakan berlatar belakang mahasiswa dan pemuda Muhammadiyah. Dia meminta generasi muda Indonesia, secara khusus kaum muda Muhammadiyah, untuk ikut terlibat membangun negeri.

"Kalau ingin menjadi pemimpin, maka kita harus menjalankan setiap tugas yang diberikan sekuat tenaga, apa pun hasilnya. Saya selalu berusaha dan berjuang untuk menjadi dan mendapatkan sesuatu. Saya yakin, adik-adik akan menjadi pemimpin masa depan," ujar Puan.

Oleh karena itu, ujarnya, generasi muda saat ini harus menyiapkan diri yang dimulai salah satunya dengan cara mengubah mental. Apalagi, ujarnya, jati diri bangsa Indonesia saat ini mulai luruh. Kebanyakan warga ragu-ragu untuk menyatakan diri sebagai bangsa Indonesia.

"Itu salah satu alasan revolusi mental digelorakan pemerintahan Jokowi-JK saat ini. Tujuan revolusi mental adalah bagaimana agar nantinya manusia-manusia Indonesia berbudaya dan bisa berkompetisi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga berdaya saing global," ujarnya.

Selain itu, Puan juga mengajak generasi muda untuk belajar menghadapi perbedaan. Menurutnya, perbedaan jangan sampai menghancurkan bangsa Indonesia. "Jangan sampai kita ini seperti bermusuhan. Semua bisa dilakukan secara musyarawah. Apa pun yang kita lakukan jangan sampai NKRI terpecah belah. Kita boleh berseberangan, berbeda, tetapi ada konstitusi yang menyatukan bangsa ini," kata Puan.

Secara khusus, Puan juga mengajak generasi muda Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi besar di Indonesia untuk membantu pemerintah ikut serta membangun Indonesia melalui sembilan program Nawacita.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon