Pesantren Bisa Membantu Wujudkan Desa Mandiri
Senin, 9 Maret 2015 | 12:49 WIB
Jakarta - Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan agama Islam, yang mayoritas berada di Desa, mempunyai peran besar dalam mendukung terwujudnya desa mandiri sebagai salah satu program prioritas Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Peran pondok pesantren dalam pembangunan selama ini, menurut Menteri Marwan Jafar tidak bisa dipandang sebelah mata. "Mulai pada masa kemerdekaan sampai sekarang, pesantren selalu memiliki peranan dalam proses berbangsa dan bernegara," ujar Menteri Marwan, di Jakarta, Senin, (8/3).
Posisi pesantren yang mayoritas berada di desa, menurut Marwan, bisa dijadikan pusat pelatihan dan pengembangan untuk mempersiapkan SDM yang siap pakai dengan tetap menjaga kearifan lokal daerah setempat.
"Sejak dulu, pondok pesantren selalu mempunyai program pelatihan dan pengembangan SDM untuk masyarakat di sekitar pesantren," ujarnya.
Kementerian Desa akan mengkaji beberapa pesantren yang mempunyai beberapa bidang khusus untuk dijadikan sebagai pusat pelatihan dan pengembangan SDM.
"Ya nanti kita akan kaji, beberapa pesantren yang mempunyai beberapa keunggulan khusus untuk kita jadikan sebagai pusat pelatihan dan bisa membantu mewujudkan Desa Mandiri di sekitar Pesantren," tandasnya.
Marwan mencontohkan, Pesantren Al-Ittifaq yang berdiri di pedalaman kaki Gunung Patuha, Bandung, yang memberikan pelajaran agribisnis terhadap para santrinya.
"Jadi santri yang ada disana tidak hanya belajar agama tapi juga belajar wirausaha desa yang dikelola secara modern tanpa meninggalkan cirikhas lokal," ujarnya.
Hntuk diketahui, dengan memberikan ilmu agrobisnis kepada para santri, pesantren Al-Ittifaq dibawah asuhan KH Fuad Affandi telah berhasil memasok hasil pertanian ke supermarket dan ke pasar-pasar menengah di kota Jakarta, Bandung dan sekitarnya.
Dengan melibatkan sekitar 700 santri beserta 5 kelompok tani di kecamatan Rancabali dan kecamatan Ciwidey, koperasi Al-Ittifaq kini mewujud sebagai lembaga keagamaan yang mandiri. Para santri yang belajar pun tidak perlu membawa bekal untuk mengaji di pesantren tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




