Normalisasi Waduk di Jakarta Utara Harus Terus Dilakukan
Sabtu, 2 Mei 2015 | 23:14 WIB
Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mengingatkan pentingnya upaya normalisasi waduk di kawasan Jakarta Utara. Terlebih, sebagian besar waduk mengalami pendangkalan hingga mencapai ke saluran air yang menjadi kunci utamanya.
"Normalisasi waduk itu sangat penting. Tanpa ada waduk, menjadi cepat banjir, terutama di wilayah yang dekat pantai," kata Ahmad Sahroni, yang ditemui saat kunjungan kerja masa reses anggota DPR RI, dalam rangka menyerap aspirasi rakyat di Kantor Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (2/5).
Sahroni, yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu itu tahu betul bagaimana ketika musim penghujan dan rob, air bisa dengan cepat masuk ke rumah penduduk.
Dicontohkan, untuk daerah sekitar Pademangan, Jakarta utara yang diapit dan dikelilingi rel Kereta Api merasakan imbasnya manakala musim penghujan turun.
"Skala di peta, untuk di daerah Pademangan memang dikelilingi rel. Karena pompa di Ancol sering mati, jadi banjir. Kita berharap dapat perjuangkan ini (normalisasi saluran)," ucap Sahroni.
DKI memiliki 76 buah waduk dengan luas total keseluruhan mencapai 502 hektare. Paling banyak terdapat di Jakarta Utara seluas 225 hektare (ha), diikuti Jakarta Timur seluas 163 ha, Jakarta Selatan ada 88 ha, Jakarta Barat ada 15,5 ha, dan Jakarta Pusat seluas 10,5 ha.
Kondisi waduk-waduk yang ada di Jakarta itu pun bervariatif. Ada yang masih berfungsi sebagai penampung air hujan dengan baik, ada yang sudah mengalami pendangkalan kurang dari tujuh meter, dan ada juga yang tidak berfungsi sama sekali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




