Ini Alasan Idrus Marham Yakin Gugatan Kubu ARB Dikabulkan di PTUN
Senin, 11 Mei 2015 | 15:55 WIB
Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Kubu Aburizal Bakrie, Idrus Marham, menyatakan keyakinannya bahwa gugatan yang dilayangkan pihaknya terkait Surat Keputan Menteri Hukum da HAM (SK Menkumham) yang mengesahkan kubu Agung Laksono dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara.
"Keyakinan pertama, adalah fakta-fakta hukum yang ada, mendukung kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali," ujar Idrus di PTUN, Jakarta, Senin (11/5).
SK Menkumham, kata Idrus, tidak beralasan karena putusan Mahkamah Partai Golkar (MPG) tidak memenangkan salah satu pihak baik kepengurusan hasil Munas Ancol maupun hasil Munas Bali.
Menurutnya, pada amar putusan hasil sidang MPG sudah jelas dikatakan bahwa dua hakim tidak memutuskan apa-apa, sedangkan dua yang lainnya mendukung Munas Ancol.
"Hal ini diperkuat oleh surat Ketua MPG Muladi kepada kami (kubu ARB) bahwa MPG tidak ada putusan, itu pendapat pribadi masing-masing hakim MPG. Fakta ini kemudian dipertegas lagi oleh kuasa hukum tergugat 1 yang menyatakan yang dalam sidang MPG tidak ada putusan," terangnya.
Selain itu, lanjut Idrus, keterangan ahli yang dihadirkan kubu ARB sudah memberikan kesaksian sesuai dengan fakta-fakta hukum. Sementara, katanya keterangan ahli dari tergugat I (menkumham) dan tergugat intervensi (kubu AL) lebih banyak menggunakan analisis dan logika.
"Ahli dari mereka (menkumham dan kubu AL) menjelaskan sesuatu lebih banyak menggunakan kata 'yang seharusnya' dan logikan saja. Ahli kami gunakan fakta-fakta hukum," katanya.
Lebih lanjut, Idrus menilai bahwa penyelenggaraan Munas Ancol sebagaimana dikatakan dalam dalam sidang Mahkamah Partai Golkar memiliki masalah fundamental. Masalah ini, katanya menyangkut eksistensi penyelengggara dan peserta Munas.
"Kalau penyelenggara dan peserta Munas bermasalah berarti Munasnya tidak sah donk," tegasnya.
Idrus juga yakin majelis hakim PTUN akan memutuskan perkara ini secara adil, independen, netral dan tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Dia menduga ada upaya dari oknum-oknum tertentu untuk melakukan intervensi agar Partai Golkar hancur.
"Kami ajak kubu Ancol agar tidak muda dipengaruhi oknum tertentu yang berupaya memecah belah dan menghancurkan Partai Golkar," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




