Polisi Dalami Warisan yang Diduga Jadi Motif Pembunuhan Angeline
Senin, 15 Juni 2015 | 16:39 WIB
Jakarta - Polisi meminta masyarakat bersabar dalam kasus pembunuhan yang menimpa Angeline yang sebelumnya dikabarkan hilang namun ternyata dibunuh dan dikubur di rumah ibu angkatnya. Sebab Polisi harus selalu cek dan ricek berdasarkan fakta yang diperkuat dengan scientific investigation.
"Tersangka pembunuhan masih satu, Agustinus itu. Ada pun ibu angkatnya, Margriet, sudah tersangka, tetapi dalam kasus penelantaran anak, belum masuk ranah pembunuhan," kata Kadiv Humas Polri Irjen, Anton Charliyan, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/6).
Memang di salah satu lemari di kamar Margriet ditemukan ada percikan darah, tetapi polisi masih menunggu hasil laboratorium.
"Tadi pagi kami hubungi (Labfor) tetapi belum ada hasil apakah darah itu identik dengan darah Angeline atau tidak. Hari ini kami juga turunkan lie detector untuk memeriksa keterangan Agus benar atau tidak. Karena Agus ini kadang A, kadang C," sambungnya.
Seperti saat Agus mengaku sempat ditawarkan Rp 2 miliar oleh Margriet untuk membunuh Angeline, tetapi, saat dikonfrontasi dengan Margriet, diketahui keterangan Agus itu cuma main-main saja.
"Kami juga telusuri lagi lebih jauh Rp 2 miliar ini uangnya dalam bentuk apa, bagaimana. Kami selidiki. Takutnya memang ini ada motif warisan. Maka kami selidiki berapa nilai warisan itu. Kalau tidak sampai Rp 2 miliar, tafsirkan sendiri, buat apa lalu memberikan uang Rp 2 miliar?" imbuhnya.
Angeline adalah anak kandung pasangan Halimah dan Ahmad Rosyidi yang lemah secara ekonomi, lalu diadopsi oleh Margriet.
Angeline ditemukan telah dikubur di belakang rumah ibu angkatnya, Rabu (10/6) setelah sebelumnya dilaporkan hilang selama tiga minggu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




