Terkait Angeline, Komnas PA dan P2TP2A Diteror Orang Tak Dikenal
Minggu, 21 Juni 2015 | 22:36 WIB
Denpasar - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar akan terus mengawal pengungkapan kasus Angeline ini, meskipun pihaknya mendapatkan berbagai teror dan ancaman dari orang tak dikenal.
"Teman-teman di lapangan juga sering diintimidasi. Makanya saya melaporkan intimidasi itu dan meminta perlindungan karena saya yakin ke depan akan lebih parah perlakuan yang saya terima," kata Siti Sapurah, pendamping hukum P2TP2A, Minggu (21/6).
Ia meminta bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) setelah mendapatkan teror dan intimidasi melalui telepon dari lelaki tak dikenal tersebut.
Siti juga memohon LPSK untuk memberikan pengamanan kepada tiga saksi krusial kasus Angeline, yakni Francky Alexander Maringka, Yuliet Christien, dan Loraine. Mereka adalah kerabat dekat keluarga Margriet serta mantan pekerja Margriet yang mengetahui perilaku keseharian perempuan itu terhadap anak angkatnya.
Ancaman serupa juga dirasakan oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait. Namun ancaman yang dilayangkan oleh sejumlah pihak, tak menyurutkan perjuangannya untuk mencari keadilan terhadap kasus Angeline.
"Kami tidak akan surut, kami akan memperjuangkan agar Angeline tak mati sia-sia," ungkap Arist.
Ia menandaskan, ada sejumlah pihak yang mencoba menghentikan perjuangannya dalam kasus ini. Pihak tersebut mengatakan bahwa Angeline sudah meninggal apalagi yang diperjuangkan.
"Saya kira kata-kata tersebut sangat tidak pantas. Karena itu kami di Komnas Perlindungan Anak tidak akan berhenti sampai di sini," tegasnya.
Ia katakan, dirinya akan terus melakukan pengawasan terhadap pengungkapan kasus dugaan pembunuhan terhadap Angeline ini. Bagaimana pun juga, ujar Arist, Angeline merupakan korban dari kekerasan yang dilakukan oleh orang dewasa.
"Saya kira itu tidak layak dilakukan, Angeline merupakan korban dari orang dewasa dan harus diperjuangkan," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




